Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : ‎Onad Banjir Job usai Bebas Rehabilitasi, Netizen: Welcome Back!
Advertisement . Scroll to see content

Gatot Brajamusti Meninggal Dunia, Perkara Pidana Gugur

Minggu, 08 November 2020 - 19:17:00 WIB
Gatot Brajamusti Meninggal Dunia, Perkara Pidana Gugur
Mantan Ketua Umum Parfi Gatot Brajamusti meninggal dunia di RS Pengayoman, Cipinang, Jakarta Timur, Minggu (8/11/2020). (Foto: Okezone).
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Gatot Brajamusti meninggal dunia di Rumah Sakit Pengayoman, Cipinang, Jakarta Timur, Minggu (8/11/2020). Kematian Gatot membuat perkara pidananya gugur.

Kabag Humas dan Protokol Ditjen Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Rika Aprianti mengatakan, Gatot meninggal karena sakit. Jenazah pria yang akrab disapa Aa Gatot itu akan dimakamkan di Sukabumi, Jawa Barat.

"Yang bersangkutan meninggal dunia karena dirujuk ke RS Pengayoman Jakarta hari ini dengan keluhan hipertensi dan gula darah tinggi," kata Rika, Minggu (8/11/2020).

Gatot lahir di Sukabumi, 29 Agustus 1960. Dia semula dikenal sebagai pemilik padepokan atau guru spiritual. Namanya melambung sebagai artis saat menjadi ketua Parfi.

Namun, akhir kisah Gatot berakhir di penjara. Dia terjerat tiga perkara hukum yakni dugaan kepemilikan narkoba, tindakan asusila terhadap anak di bawah umur, serta kepemilikan senjata api dan satwa liar.

Dalam tiga kasus tersebut, dia divonis total 20 tahun penjara. Gatot pun menjalani hari-hari di Lapas Cipinang.

Dengan meninggalnya Gatot, perkara pidana yang dijalaninya pun gugur. Hal ini merujuk pada Pasal 77 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Pasal ini mengatur tentang penghentian penuntutan. Pada prinsipnya dinyatakan, “Bila orang yang dituduh melakukan peristiwa pidana meninggal dunia, tuntutan atas peristiwa itu habis begitu saja.”

Kasus kematian terdakwa atau terpidana ketika berperkara banyak terjadi. Sebagai contoh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Makassar menggugurkan perkara dugaan korupsi penjualan lahan Taman Hutan Raya (Tahura) Bontobahari Bulukumba untuk terdakwa Muhammad Najib.

Keputusan itu diambil mengingat Najib meninggal dunia, Kamis (5/2/2020), sehingga perkaranya secara otomatis harus dihentikan demi hukum.

Editor: Zen Teguh

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut