Program Delik di RCTI

“Gawat Anak Asmat”, Pembangunan Tak Menyentuh Layanan Kesehatan

Tim iNews.id · Minggu, 11 Februari 2018 - 17:47:00 WIB
“Gawat Anak Asmat”, Pembangunan Tak Menyentuh Layanan Kesehatan
Pembangunan tidak menyentuh hak dasar pemenuhan kesehatan bagi warga di Kabupaten Asmat, Papua. (Foto: RCTI)

ASMAT, iNews.id - Anak-anak Asmat membuka mata kita, betapa bhineka-nya Indonesia. Di negeri agraris yang tengah melakukan pembangunan besar-besaran masih ada warga yang meninggal karena kekurangan gizi.

Sejak September lalu, ketika gerakan imunisasi digalakkan hingga ke Kabupaten Asmat, Papua, ditemukan anak-anak terkena campak dan gizi buruk.

Gelontoran dana otonomi khusus (Otsus), pembangunan tidak menyentuh hak dasar pemenuhan kesehatan. Geografis pun menjadi alasan. Dana Otsus sejak 2009 hingga 2017 sudah turun lebih dari Rp40 triliun. Jika ketentuan 15 persen untuk kesehatan dipenuhi, ada dana Rp6 triliun alokasi kesehatan dan perbaikan gizi.

Akses pada layanan kesehatan terbatas, pola hidup sehat tak diketahui masyarakat. Padahal, ikan sebagai sumber gizi melimpah di rawa sekitar Asmat. Sampai hari ini, 72 anak-anak Asmat meregang nyawa. Sebanyak 66 jiwa karena campak, sisanya gizi buruk.

Kartu kuning pun teracung kepada Presiden. Jangan lihat sebagai serangan politik atau bahan konsumsi saling hujat di media sosial, ini peringatan bahwa anak-anak Asmat dalam kondisi gawat. Saksikan penelusuran Program Delik, “Gawat Anak Asmat” di RCTI pukul 01.30 WIB

Editor : Dani M Dahwilani

Bagikan Artikel: