Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kemenag Verifikasi Arah Kiblat di 725.669 Titik saat Matahari Tepat di Atas Ka'bah
Advertisement . Scroll to see content

Gelar Sidang Isbat, Kemenag Dengarkan Laporan Pantauan Hilal dari 92 Titik

Kamis, 01 Agustus 2019 - 17:57:00 WIB
Gelar Sidang Isbat, Kemenag Dengarkan Laporan Pantauan Hilal dari 92 Titik
Sidang isbat penentuan awal Bulan Zulhijah 1440 H di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Kamis (1/8/2019). (Foto: iNews.id/Felldy Utama)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Kementerian Agama (Kemenag) menggelar sidang isbat untuk menentukan awal bulan Zulhijah 1440 H. Salah satu yang menjadi agenda sidang yakni mendengar laporan pantauan hilal dari 92 titik yang tersebar di seluruh Indonesia.

“92 titik seluruh Indonesia dari ujung barat hingga ujung timur. Nanti mereka akan laporkan ke kita. Setelah itu sidang,” kata Dirjen Bimas Agama Islam Kemenag, Muhammad Agus Salim, di Kantor Kemenag, Jakarta, Kamis (1/8/2019).

Dia menjelaskan, di dalam sidang nantinya akan mendengarkan keterangan dari pakar-pakar terkait penentuan hilal. Agus pun memastikan penentuan hilal ini akan berjalan dengan lancar dan tanpa kendala. “Dibahas oleh ahli hisab, dengan perhitungan ahli rukyat mereka menentukan hilal atau tidak,” ujarnya.

Sidang isbat penentuan 1 Zulhijah 1440 H dipimpin langsung oleh Dirjen Bimas Agama Islam Kemenag, mewakili Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin yang tengah bertugas sebagai Amirul Hajj di Arab Saudi.

Sidang ini juga dihadiri oleh perwakilan MUI, para duta besar negara sahabat, Komisi VIII DPR, Mahkamah Agung (MA), Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan).

Hadir pula perwakilan Badan Informasi Geospasial (BIG), Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB), Planetarium, pakar falak dari ormas-ormas Islam, pejabat eselon I dan II Kementerian Agama, serta Tim Hisab dan Rukyat Kementerian Agama.

Editor: Ahmad Islamy Jamil

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut