Genjot Pengolahan 2 Juta Kelapa per Hari, RAI Tambah Fasilitas Mesin Baru di 4 Pabrik
RAI mencatat produk olahan kelapa perusahaan saat ini telah dipasarkan ke lebih dari 33 negara, antara lain Jerman, Spanyol, Turki, Tiongkok, dan Amerika Serikat.
Menurut Jerry, pengolahan kelapa di dalam negeri tidak hanya memberikan nilai tambah terhadap komoditas, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan dan memperluas keterlibatan petani dalam rantai industri. Saat ini, pabrik-pabrik RAI mempekerjakan ribuan tenaga kerja Anak Bangsa.
Perusahaan juga mengembangkan pemanfaatan berbagai bagian kelapa menjadi produk turunan untuk menekan limbah dari proses produksi. ”Tidak banyak negara yang punya perkebunan kelapa. Salah satu yang terbesar adalah Indonesia,” ujar Jerry yang juga mantan aktivis pergerakan itu.
Seiring peningkatan kapasitas pabrik, ketersediaan bahan baku menjadi bagian penting dalam pengembangan industri tersebut. RAI selama ini bekerja sama dengan ribuan petani kelapa di sejumlah daerah serta menjalankan program pendampingan dan pelatihan untuk mendorong produktivitas.
Di sisi lain, perusahaan menjalankan program pendidikan melalui skema penyisihan Rp 10 dari setiap butir kelapa yang diolah untuk membiayai Beasiswa Kelapa. Program tersebut ditargetkan membantu pendidikan 2.000 mahasiswa pertanian.
Jerry mengatakan, hingga saat ini beasiswa telah diberikan kepada sekitar 1.300 mahasiswa pertanian dari sejumlah perguruan tinggi di Indonesia.
Penerima program tersebut antara lain berasal dari Universitas Lampung, Universitas Sumatera Utara, IPB University, Universitas Hasanuddin, Universitas Bangka Belitung, Universitas Sam Ratulangi, Universitas Nusa Cendana, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Universitas Riau, Universitas Nusa Nipa, serta Sekolah Tinggi Pertanian Kewirausahaan Banau, Halmahera Utara.
”Kami hadir dengan komitmen untuk menyejahterakan para petani kelapa dan putra-putri daerah. Selain itu, cita-cita kami adalah mengembalikan kejayaan kelapa Nusantara di mata dunia,” kata Jerry.
Editor: Kastolani Marzuki