Geram, Jenderal Andika Duga Kasus TNI Tewas Dianiaya Senior di Papua Sengaja Diperlambat

Kiswondari · Senin, 06 Juni 2022 - 21:43:00 WIB
Geram, Jenderal Andika Duga Kasus TNI Tewas Dianiaya Senior di Papua Sengaja Diperlambat
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menduga ada upaya memperlambat proses perkara kematian Sertu Marctyan Bayu Pratama di Papua. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa berjanji akan menuntaskan kasus kematian Sertu Marctyan Bayu Pratama, prajurit TNI yang diduga tewas di tangan kedua seniornya saat bertugas di Timika, Papua. Andika pun menyampaikan terima kasih kepada ibu korban.

“Saya justru mau mengucapkan terima kasih kepada ibu korban, Ibu Sri Rejeki. Kenapa? Karena saya enam bulan di sini (jadi panglima), saya tidak dengar, padahal saya mengawal hampir setiap minggu seluruh proses hukum yang berlangsung. Kebetulan insiden itu terjadi sebelum saya masuk (8 November 2021),” kata Andika kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (6/6/2022).

Andika mengungkap terduga pelaku itu berpangkat Letnan Satu dan Letnan Dua. Menurutnya, Polisi Militer sudah cukup baik melaksanakan tugasnya karena insiden tanggal 8 November 2021 itu sudah dilimpahkan berkasnya ke Oditurat Jenderal Jayapura pada 13 Desember 2021.

Namun, Andika melihat ada masalah di Oditurat Militer (Otmil), di mana ada keterlambatan pelimpahan berkas ke Otmil Jakarta. Sehingga baru disampaikan oleh Oditurat Jenderal Jayapura yang baru pada 25 Mei 2022 kemarin. Pihaknya tengah menyelidiki keterlambatan pelimpahan tersebut.

“Jadi ini yang sedang saya telusuri. Saya sudah perintahkan Oditurat Jenderal sebagai atasan dari Oditur Militer dan saya sebagai atasan Oditur Jenderal, selidiki apa yang terjadi,” ujar Andika

Menurut Andika, dia ingin tahu apa yang terjadi dan dirinya juga mensinyalir adanya kesengajaan melambat-lambatkan proses kasus ini, atau tidak membuka secara terang mengenai kasus ini.

“Kalau saya sinyalir ada bukti cukup kuat adanya kesengajaan melambat-lambatkan atau bahkan tidak membuka secara terang, maka saya berikan konsekuensi,” tutur Andika.

Namun yang pasti, Andika menegaskan kasus hukumnya harus berlanjut dan dirinya akan mengawal betul pengungkapan kasus ini. Sehingga, dia berterima kasih karena ibu korban buka suara mengenai insiden yang menewaskan anaknya tersebut.

“Saya janji, saya akan kawal seperti halnya kasus hukum yang sudah terjadi kemarin,” tutur mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) ini.

Editor : Rizal Bomantama

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda