Gereja Katolik Ajak Umat Jadi Relawan Dukung Pemerintah Lawan Virus Korona

iNews ยท Sabtu, 21 Maret 2020 - 23:13 WIB
Gereja Katolik Ajak Umat Jadi Relawan Dukung Pemerintah Lawan Virus Korona

Sekretaris Jenderal Keuskupan Agung Jakarta Romo V Adi Prasojo Pr menyampaikan dukungan Gereja Katolik terhadap penanganan Covid-19 di Graha BNPB, Jakarta Timur, Sabtu (21/3/2020). (Foto: BNPB)

JAKARTA, iNews.id – Gereka Katolik Indonesia menyerukan imbauan kepada umat Katolik di tengah wabah pandemi virus korona. Gereja Katolik menegaskan mendukung terhadap penanganan Covid-19 yang telah menelan korban jiwa hingga 38 orang di Indonesia, Sabtu (21/3/2020).

Sekretaris Jenderal Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) Romo V Adi Prasojo Pr menyampaikan mengenai dukungan Gereja Katolik terhadap penanganan Covid-19 itu dalam beberapa poin. Hal ini juga telah disepakati bersama dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Romo Adi Prasojo mengatakan, Gereja Katolik dan umat Katolik Indonesia senantiasa mendukung dan melaksanakan kebijakan pemerintah.

“Gereja Katolik Indonesia merupakan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia dan siap bersama-sama melakukan bela negara dan cinta Tanah Air,” ujar Romo Adi.

Sebagai dukungan terhadap pemerintah, Romo Adi mengatakan rumah-rumah sakit dan tenaga medis lain akan mengambil bagian sebagai sukarelawan. Mereka akan membantu pemerintah melawan wabah pandemi Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19.

Gereja Katolik juga mengajak umat Katolik menjadi sukarelawan untuk mendukung pemerintah bersama-sama menghadapi wabah Covid-19.

“Ormas-ormas Katolik, seperti Wanita Katolik Republik Indonesia, Ikatan Sarjana Katolik Indonesia, Pemuda Katolik, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia, dan Forum Masyarakat Katolik Indonesia serta universitas-universitas Katolik, lembaga dan elemen Katolik lain menyediakan diri untuk menjadi relawan mendukung pemerintah bersama-sama menghadapi wabah Covid-19,” ujar Romo Adi.

Terakhir, Romo Adi menyampaikan kesiapsediaan para cendekiawan dan ilmuwan Katolik untuk ikut memberikan sumbang saran kepada pemerintah dalam melawan Covid-19.

Romo Adi Prasojo juga mengimbau seluruh keuskupan di Indonesia diharuskan untuk meniadakan misa peribadatan harian maupun mingguan dan semua ritual peribadatan yang melibatkan dan mendatangkan banyak orang. Misa itu baik di tingkat paroki, lingkungan, wilayah dan sebagainya, mulai hari ini, Sabtu 21 Maret hingga 3 April 2020.

“Sesudah periode tersebut, Gereja Katolik Indonesia akan mengevaluasi sesuai kebijakan dan arahan dari pemerintah,” kata Romo Adi.

Romo Adi Prasojo menyampaikan pernyataan Gereja Katolik itu setelah bertemu dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid–19 Doni Monardo di Graha BNPB, Jakarta Timur.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BNPB yang juga Ketua Gugus Tugas Doni Monardo mengharapkan berbagai pihak untuk meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat. Masyarakat diharapkan dapat menyadari bahaya wabah virus korona sehingga mereka mampu melakukan berbagai macam upaya untuk mencegah dan memitigasi.

“Diharapkan korban jiwa dapat dikurangi,” kata Doni.

Doni juga menyampaikan, Gereja Katolik Indonesia memberikan bantuan dalam penanganan Covid -19. Bantuan tersebut berupa dukungan dokter yang dapat menjadi bagian dari tim sukarelawan dan sejumlah rumah sakit Katolik untuk pasien Covid – 19.

Editor : Maria Christina