Gerindra Ajukan Nama Muzani sebagai Calon Pimpinan MPR

Aditya Pratama ยท Rabu, 07 Agustus 2019 - 18:32 WIB
Gerindra Ajukan Nama Muzani sebagai Calon Pimpinan MPR

Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani disiapkan Gerindra untuk posisi pimpinan MPR. (Foto: iNews.id).

JAKARTA, iNews.id - Partai Gerindra kembali menegaskan bahwa mereka tidak mengajukan syarat dalam proses rekonsiliasi pascapilpres 2019. Namun partai pimpinan Prabowo Subianto ini tidak menyanggah jika mereka turut mengincar kursi pimpinan MPR.

Wakil Sekjen Partai Gerindra Andre Rosiade mengatakan, rekonsiliasi merupakan pekerjaan rumah (PR) bagi seluruh pihak. Dari awal, Gerindra sama sekali tidak pernah menyertakan syarat dalam rekonsiliasi.

"Tapi kita tidak menampik mendapatkan kursi pimpinan. Salah satu kader kami Ahmad Muzani sebagai calonnya. Pimpinan MPR ditentukan kalau balapan itu di lap terakhir," ujar Andre dalam diskusi bertajuk "Berebut Kursi Ketua MPR" di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (7/8/2019).

BACA JUGA: Soal Paket Pimpinan MPR, Gerindra Buka Komunikasi dengan Parpol Lain

Andre menuturkan, seluruh keputusan soal pimpinan MPR berada di tangan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Kendati demikian, isu ini belum diputuskan hingga sekarang.

"Harus ada komunikasi politik yang harus dilakukan. Mungkin ini panjang, dan masih dua bulan lagi dengan dinamika tinggi. Kalau istilahnya ‘Belanda masih jauh’," kata dia.

Kursi pimpinan MPR menjadi incaran partai politik. Setelah PKB terang-terangan ingin mengajukan Muhaimin Iskandar sebagai calon ketua, PPP juga berhasrat mendapatkan kursi pimpinan tersebut.

PDI Perjuangan sebagai parpol pemenang pemilu dan sudah pasti mendapatkan kursi ketua DPR juga tak diam. Mereka berulang kali menyatakan bisa saja duduk di kursi tersebut.

Wakil Ketua Fraksi Partai Gerindra di DPR Sodik Mudjahid sebelumnya mengungkapkan bahwa Gerindra pantas mendapatkan kursi pimpinan MPR sebagai konsekuensi atas pertemuan Prabowo dengan Presiden Joko Widodo pascapilpres.

Menurutnya, ada risiko besar yang didapatkan Prabowo ketika menempuh rekonsiliasi. Salah satunya adalah kekecewaan dari para pendukung yang menolak mantan danjen Kopassus itu “berdamai” dengan Jokowi.

Karena itu dia pun mengusulkan dia mengusulkan agar rekonsiliasi tersebut bisa diwujudkan dengan pembagian kursi pimpinan MPR.

“Dengan semangat tersebut, maka komposisi terbaik adalah Ketua MPR dari Gerindra, Ketua DPR dari PDIP, Presiden Joko Widodo,” tuturnya, Jumat (19/7/2019).


Editor : Zen Teguh