Gerindra Ungkap Visi Prabowo Ingin Jadikan Indonesia Petarung Global
Selain pangan, Sugiat menyebut ketahanan energi sebagai fondasi lain untuk memperkuat posisi Indonesia di tengah persaingan global. Dia mencontohkan pengembangan energi alternatif melalui program B50.
Adapun B50 merupakan bahan bakar nabati campuran solar yang terdiri dari 50 persen biodiesel berbasis minyak kelapa sawit (FAME) dan 50 persen solar fosil.
"Begitu juga dengan ketahanan energi. Lucu sekali misalnya Indonesia adalah negara yang paling luas kebun sawitnya, tapi kita bisa kelangkaan minyak goreng, kita bisa kelangkaan energi. Sementara ada alternatif energi yang bisa kita manfaatkan, itulah program B50," katanya.
Sugiat juga menyoroti hilirisasi sebagai bagian dari strategi untuk memperkuat daya saing nasional. Menurut dia, pembangunan infrastruktur juga tidak hanya berkaitan dengan proyek fisik, tetapi mencakup infrastruktur sosial.
"Kalau selama ini infrastrukturnya tidak menyangkut infrastruktur sosial seperti yang dijelaskan oleh Bang Dahnil tadi, berapa banyak misalnya renovasi sekolah, rumah sakit, jembatan desa, dan lain sebagainya, itu angka-angka yang sangat spektakuler," ujarnya.
Di sisi lain, pembangunan sumber daya manusia disebut menjadi perhatian penting Prabowo. Sugiat menilai pembangunan manusia merupakan fondasi agar Indonesia mampu menghadapi persaingan global.
"Bahwa Indonesia berdiri untuk membangun manusia, bukan membangun walaupun itu bagian dari kebutuhan kita kenapa tidak membangun jalannya, membangun gedungnya, tapi membangun jiwanya dan membangun badannya," ucap Sugiat.
Editor: Aditya Pratama