Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Hotspot Karhutla Turun Jadi 387 Titik, Sumsel dan Kalteng Masih Tertinggi
Advertisement . Scroll to see content

Gibran Minta Jam Belajar Siswa Disesuaikan usai Asap Karhutla Ganggu Sekolah: Paling Penting Anak-Anak Sehat

Jumat, 11 September 2026 - 12:52:00 WIB
Gibran Minta Jam Belajar Siswa Disesuaikan usai Asap Karhutla Ganggu Sekolah: Paling Penting Anak-Anak Sehat
Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming meninjau SDN 2 Petuk Katimpun, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, dan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 9 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Kamis (10/9/2026). (Foto: BPMI Setwapres RI)
Advertisement . Scroll to see content

PALANGKA RAYA, iNews.id - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming meminta kegiatan belajar mengajar di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tetap mengutamakan keselamatan serta kesehatan siswa. Kondisi udara akibat kabut asap harus menjadi pertimbangan dalam menentukan metode dan waktu pembelajaran.

Gibran menyampaikan hal tersebut setelah meninjau SDN 2 Petuk Katimpun, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, dan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 9 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Kamis (10/9/2026).

Dalam kunjungan tersebut, dia menyoroti kesiapan sekolah menghadapi kondisi lingkungan yang terdampak karhutla. Perlindungan terhadap anak sebagai kelompok rentan dinilai perlu menjadi bagian dari penanganan kabut asap.

Gibran meminta sekolah dan pemerintah daerah menyesuaikan kegiatan pembelajaran dengan kondisi udara serta kesehatan siswa. Penyesuaian diperlukan jika kualitas udara memburuk dan berisiko mengganggu kesehatan anak.

“Yang paling penting anak-anak tetap aman dan sehat. Penyesuaian metode dan waktu belajar harus mengikuti kondisi udara dan kesehatan siswa. Kalau kondisi memburuk, sekolah dan pemerintah daerah harus siap menyesuaikan kembali kegiatan belajar,” kata Gibran dalam keterangannya Jumat (11/9/2026).

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut