Golkar Tegaskan Tetap Dukung Prabowo: Tak Ada Kata Lain, Bantu Sepenuhnya
"Karena itu ideologi kerakyatan yang dikedepankan. Yang terkait dengan rakyat, siapapun yang menghambat harus kita hadapi," ucap Idrus.
Idrus juga menyinggung peran Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia dalam mendukung kebijakan pemerintah, khususnya di sektor energi. Menurut dia, Bahlil memiliki semangat nasionalisme dan patriotisme untuk menjalankan kebijakan Prabowo.
"Itu juga yang menginspirasi Ketua Umum Golkar, Pak Bahlil Lahadalia, dengan semangat nasionalisme dan patriotisme siap berada pada bagian terdepan untuk melaksanakan seluruh kebijakan-kebijakan Pak Prabowo sebagai decision maker dan Pak dan Pak Bahlil sebagai eksekutor, utamanya di bidang energi," imbuhnya.
Idrus menambahkan, Bahlil dinilai tidak menghindari persoalan yang dihadapi masyarakat dan berupaya menawarkan solusi. Karena itu, dia menekankan pentingnya menjaga soliditas pemerintahan Prabowo, terutama menjelang tahun ketiga masa kepemimpinan.
"Nah, oleh karena itu memasuki tahun ketiga ini, memang ya memang harus kita sadari dalam siklus kepemimpinan 5 tahunan biasanya ya 3 tahun masuk tahun ketiga itu ada mulai muncul polarisasi baru, apalagi sudah dibahas lagi UU politik sebagai format permainan ke depan," kata Idrus.
Di tengah dinamika politik tersebut, Idrus menilai gagasan Bahlil mengenai pembentukan koalisi permanen perlu dipertimbangkan untuk memperkuat dukungan terhadap pemerintahan Prabowo. Menurutnya, penguatan koalisi juga menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan pembangunan dan membuka jalan menuju periode kedua.
"Bagi Partai Golkar, sekali lagi berada pada bagian terdepan bagaimana penguatan ya koalisi ini ke depan, bahkan kalau perlu kata Pak Bahlil itu ada koalisi permanen dalam rangka untuk mensukseskan pembangunan sisa masa jabatan ini sebagai eskalator dukungan Partai Golkar menuju periode kedua," pungkas Idrus.
Editor: Rizky Agustian