Greenpeace Sebut Karhutla Indonesia Capai 1,9 Juta Hektare, Data Pemerintah 202.010 Hektare
Selain mengacu pada analisis Nusantara Atlas, Greenpeace juga menggunakan berbagai sumber data, termasuk NOAA, untuk mengidentifikasi titik sumber asap.
Kiki mengatakan Greenpeace menemukan 11.632 titik sumber asap pada periode 4 Agustus hingga 18 Oktober 2026.
“Kami menyebutkan titik sumber asap. Beda dengan fire hotspot,” kata Kiki.
Menurut dia, titik sumber asap dibedakan dari titik panas atau fire hotspot karena titik panas belum tentu menunjukkan kebakaran. Sementara itu, Greenpeace menggunakan istilah titik sumber asap untuk menandai lokasi yang dipastikan memiliki sumber asap atau terjadi kebakaran.
“Tapi kalau titik sumber asap, kita memastikan bahwa di situ ada sumber asapnya, ada kebakarannya,” ujarnya.