GRIB Jaya Tegaskan Tak Terlibat Kematian Bambang Pedagang Cermin: Kami Tak Sampai Pejompongan
JAKARTA, iNews.id - Organisasi kemasyarakatan Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya menegaskan tidak terlibat kematian Bambang Setiyawan (60), pedagang cermin yang diduga menjadi korban penganiayaan dalam kericuhan di Pejompongan pada Kamis (27/8/2026) malam. Wilson Colling dari Divisi Hukum DPP GRIB Jaya menegaskan, saat kericuhan pihaknya hanya berada di kawasan Slipi.
"Bahwa antara kematian dengan lokasi yang ketua umum dan masyarakat sekitarnya turun itu jauh berbeda, Pejompongan dan Slipi. Ketua umum bersama masyarakat itu tidak bisa melakukan sampai ke Pejompongan, karena areanya cuma sampai Peninsula dan Polres Jakarta Barat yang lama," kata Wilson saat ditemui di Jakarta Barat, Senin (31/8/2026).
"Mereka tidak bisa jebol sampai ke sana, oleh karenanya kematian itu dikait-kaitkan dengan GRIB itu sangat salah, tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya," sambungnya.
Dalam kesempatan itu, dia juga merespons mengenai video viral seseorang dianiaya oleh orang tidak dikenal. Dia menegaskan, penganiayaan tidak dilakukan anggota GRIB Jaya.
Wilson meminta publik mengamati video itu secara berulang-ulang. Pasalnya, seluruh anggota GRIB yang turun ke jalan menandai dirinya dengan ikat kepala putih.