Indonesia Visionary Leader

Gubernur Khofifah Andalkan Dewi Cemara untuk Persempit Kesenjangan Kota-Desa

Irfan Ma'ruf ยท Selasa, 15 Oktober 2019 - 19:32 WIB
   Gubernur Khofifah Andalkan Dewi Cemara untuk Persempit Kesenjangan Kota-Desa

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memaparkan presentasinya di Indonesia Visionary Leader di Auditorium Gedung SINDO, Jakarta, Selasa (15/10/2019). (Foto: iNews.id/Irfan Ma'ruf).

JAKARTA, iNews.id – Kesenjangan antara kota dan desa menjadi perhatian Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Berbagai kiat dilakukan untuk mempersempit tingkat ketimpangan tersebut, salah satunya melalui program Dewi Cemara.

Khofifah menerangkan, Dewi Cemara merupakan singkatan dari Desa Wisata Masyaratnya Cerdas Mandiri Sejahtera. Program ini dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Menurut Khofifah, mempersempit ketimpangan yang lebar antara kota dan desa menjadi salah satu tantangan terbesar di Jatim. Kemiskinan di pedesaan mencapai 14,46 persen, sementara di perkotaan 6,9 persen.

"Kami sedang mengintroduksi (mengenalkan) Dewi Cemara. Melalui program ini kami mendorong sentra-sentra pertumbuhan ekonomi berbasis pedesaan,” kata Khofifah di acara Indonesia Visionary Leader (IVL) season 5 di Auditorium Gedung SINDO, Jakarta, Selasa (15/10/2019).

Khofifah menjelaskan, Dewi Cemara sudah diterapkan di beberapa daerah. Sebagai contoh baru-baru ini diresmikan di Kediri, yakni desa wisata budidaya cacing. Desa wisata ini merespons tingginya kebutuhan akan cacing untuk berbagai keperluan.

Ke depan nanti akan digarap pula desa wisata budidaya sapi. Melalui manajemen yang tepat diharapkan Jatim dapat swasembada daging bahkan impor ke luar negeri.

"Hilirasi industrui lewat pengolahan protein hewani. Nah format-format nilai tambah dari hilirasasi itu yang terus kita kembangkan," tutur mantan menteri sosial ini

Mempersempit ketimpangan kota dan desa itu juga dilakukan melalui pembangunan infrastruktur. Pemprov Jatim telah melakukan groundbreaking bandara di Kediri. Hal tu diyakini dapat membuka sentra-sentra pertumbuhan ekonomi baru di Jatim bagian Selatan.

Khofifah juga berencana menggratiskan sekolah dari tingkat SD hingga SMA pada tahun 2020. Hal tersebut bertujuan untuk menaikkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di kawasan tersebut.

"SMA dan SMK gratis dan berkualitas. Harapan kita semua bisa mendorong IPM Jawa Timur naik," kata dia.

IVL SINDO Media merupakan ajang bagi para pemimpin daerah untuk membuktikan kekuatan visi kepemimpinannya. Tahun ini atau season 5, IVL mengangkat tema “Memacu Visi Menuju Kedigdayaan Investasi”.

Para kepala daerah yang mengikuti program Indonesia Visionary Leader akan menjalani proses penilaian dari para panelis yang sangat kompeten di bidangnya. Mereka yakni Direktur Jendral Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Akmal Malik, Rektor Universitas Paramadina Firmanzah, Ketua Pembina Indonesia Institute For Corporate Directorship Andi Ilham Said serta Direktur Eksekutif The Political Literacy Institute dan Pakar Komunikasi Politik UIN Jakarta Gun Gun Heryanto.

Content & Regional Director SINDO Media Pung Purwanto mengatakan, tema investasi perlu diangkat karena pembangunan daerah memerlukan anggaran yang banyak. Pembangunan dapat terselenggara dengan baik jika anggaran yang didapat tidak hanya tergantung dengan APBD atau APBN.

Menurutnya, kepala daerah harus memaparkan visi kemudian diturunkan ke misi dan memaparkan melalui program. Program ini bertujuan mendatangkan investasi ke daerah.

"Karena kita tahu sendiri tahu bahwa pembangunan daerah kalau hanya dibiayai oleh APBD itu sangat kurang. Jangankan APBD, APBN kita saja terbatas makanya perlu mengundang investasi," kata dia.


Editor : Zen Teguh