Gymnospermae: Pengertian, Ciri, Proses Pembuahan dan Klasifikasinya
>Memiliki akar tunggang.
>Pada batangnya terjadi pertumbuhan menebal sekunder karena memiliki kambium.
>Daunnya selalu berwarna hijau dengan bentuk yang bermacam-macam dan bersifat kaku.
>Beberapa bersifat meranggas yang menggugurkan daun-daunnya pada musim gugur dan bersemi kembali pada musim semi.
Pada tumbuhan kelompok gymnospermae, setelah peristiwa jatuhnya serbuk sari dari kepala putih atau yang biasa kita sebut dengan penyerbukan, akan terjadi proses pembuahan. Proses pembuahan pada gymnospermae merupakan sebuah pembuahan tunggal, hal ini terjadi karena hanya terjadi satu kali pembuahan yang akan menghasilkan embrio.
Selang waktu antara terjadinya penyerbukan dan pembuahan memakan waktu yang cukup lama, dan setelah terjadinya penyerbukan, sel vegetatif akan membelah diri menjadi sel dinding dan sel spermatogen. Sel spermatogen nantinya akan membelah lagi menjadi dua.
Kemudian, sel spermatozoid bergerak menuju sel telur melalui buluh serbuk sari. Jika sel spermatozoid bertemu dengan sel telur akan terbentuk zigot yang akan berkembang menjadi embrio. Bunga gymnospermae akan berbentuk seperti kerucut sehingga disebut dengan runjung (strobilus)
Tumbuhan gymnospermae dapat dikelompokan menjadi empat kelas, yaitu tumbuhan konifer, tumbuhan cycad, tumbuhan ginkgo dan tumbuhan gnetofita. Untuk lebih jelasnya, berikut penjelasannya.