Habib Rizieq Sebut Materi Mens Rea Menista Agama, Desak Pandji Tobat dan Minta Maaf
"Kenapa kalau umat Islam mensyaratkan pemimpin itu harus salat, saudara? Itu kan ajaran Islam. Tidak boleh kita memilih pemimpin yang tak salat, haram. Sepintar apa pun dia, sehebat apa pun dia, saudara, bergelar profesor, doktor, hebat mimpinnya, kita tahu dia tidak salat, haram. Itu ajaran Islam, jangan kau hina," ujar Rizieq.
Dia pun menyesali materi tersebut dibawakan Pandji. Sebab, dia menilai materi itu seakan mengolok-olok umat Islam.
"Kalau orang Islam wajib memiliki pemimpin yang salatnya enggak bolong, bagus tidak? Bagus tidak? Perlu tidak? Kalau orang Islam diolok-olok, dihina-hina tentang pilihannya, nggak boleh, saudara," ucapnya.
Rizieq menilai, materi Pandji soal memilih calon pemimpin yang rajin salat telah menghina Alquran.
"Ini penghinaan terhadap Ayat Suci Alquran. Seolah-olah yang dia mau sampaikan pesan bohong kalau salat itu jadi benteng maksiat. Dengan dalil banyak yang salat tetap maksiat, ada pejabat salat tapi tetap korupsi, itu dijadikan dalil. Jadi seolah-olah dikatakan enggak betul itu salat benteng dari maksiat," kata Rizieq.
Dia menegaskan salat adalah benteng dari perbuatan maksiat. Hal itu diajarkan oleh Allah SWT dan Alquran. Sebab itu, hal tersebut tak boleh dijadikan candaan.