Haji Normal Baru?
Kelak kemudian ternyata doa-doa saya dijawab lengkap baik duniawi dan ukhrawi dan Allah maha pemberi rezeki terbaik. Saya menjadi satu dari sekian kisah insan yang merindukan namanya dipanggil Baitullah, menjadi tamu Allah. Banyak yang ingin berangkat, tapi tak sedikit yang mesti bersabar menunggu giliran.
Pandemi dan Haji
Pemerintah Arab Saudi hingga tulisan ini dibuat mulai berangsur mengubah ketentuan lockdown wilayahnya secara bertahap. Melalui dekrit Raja, kegiatan ekonomi masyarakat mulai dibuka, pusat aktivitas publik, transportasi, termasuk masjid (masjid Nabawi di Madinah, insya Allah segera menyusul juga masjidil Haram di Makkah) pada akhir Mei ini. Namun sejumlah protokol kesehatan tetap diberlakukan, sebagai contoh di masjid, jamaah perlu memberi lebar jarak 2 meter.
Data yang dilansir Kementerian Kesehatan Arab Saudi seusai Lebaran, kasus positif virus corona atau Covid-19 mencapai 80.000-an dengan perincian sembuh 54.000-uan dan angka meninggal 440 orang, sementara wilayah kota Makkah menjadi lokasi dengan kasus terbanyak.
Kondisi ini tidak lepas dari upaya pemerintah memerangi penyebaran Covid-19. Seorang kolega yang tengah menyelesaikan studi S3 di Madinah bercerita, bahwa tim medis dan kesehatan Saudi beberapa minggu ini terjun ke kampung-kampung untuk mengecek kesehatan penduduk dan pemukim secara masif. Jumlahnya ribuan per hari dan deteksi ini dibarengi tingkat kesembuhan yang lebih banyak.
Meski dinilai positif, normalnya tempat ekonomi dan publik tidak serta merta berimbas ke haji. Kota Makkah masih jadi pengecualian pelonggaran. Apalagi haji menyangkut jumlah orang secara fisik yang berkumpul di satu waktu, perlu penyesuaian ekstra.