Hakikat Sosiologi sebagai Dasar-Dasar Ilmu tentang Kehidupan Sosial
JAKARTA, iNews.id - Hakikat sosiologi terletak pada dasar-dasar ilmu mengenai kehidupan sosial. Sosiologi merupakan landasan utama untuk memahami kehidupan sosial manusia. Dengan mempelajari sosiologi, kita dapat mempelajari bagaimana individu dan kelompok berinteraksi, serta bagaimana hubungan-hubungan tersebut membentuk struktur dan dinamika dalam masyarakat.
Memahami hakikat sosiologi memberikan kita pemahaman mendalam tentang dunia sekitar. Selain itu, ilmu ini juga menyediakan alat untuk menganalisis perkembangan norma, nilai, dan institusi sosial, serta pengaruhnya terhadap perilaku manusia.
Mengutip dari buku "Sosiologi untuk SMA dan MA Kelas X" karya Kun Maryati dan Juju Suryawati, sosiologi secara ringkas berupaya untuk menganalisis berbagai drama kehidupan manusia. Fokus utamanya adalah pada tindakan manusia, baik yang dilakukan secara individu maupun dalam kelompok, serta mencakup tindakan yang lazim (common place) maupun yang tidak lazim (unusual).
Dari penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa hakikat sosiologi merupakan studi sistematis mengenai:
1. Perilaku sosial dari individu-individu
2. Cara kerja kelompok-kelompok sosial, organisasi, kebudayaan, dan masyarakat.
3. Pengaruh dari kelompok, organisasi, kebudayaan, dan masyarakat terhadap perilaku individu dan kelompok.
Untuk mempelajari semua aspek tersebut, diperlukan pemahaman dasar ilmu sosiologi yang mencakup beberapa poin utama tentang ilmu sosiologi itu sendiri.
Dalam buku “Sosiologi” tulisan dr Tjipto Subadi terdapat pengertian sosiologi menurut para ahli.
Agus Comte mengenalkan sosiologi secara sistematis sejak abad ke-19 dan menjadikannya sebagai Bapak Sosiologi. Dalam tulisannya yang berjudul "Cours de Philosophie Positive" atau Positive Philosophy, sosiologi diartikan sebagai ilmu pengetahuan tentang bagaimana berteman, berkawan, bersahabat atau suatu ilmu yang membicarakan tentang bagaimana bergaul dengan masyarakat. Dengan kata lain, sosiologi mempelajari tentang masyarakat atau ilmu pengetahuan tentang hidup masyarakat.
Emile Durkheim mendefinisikan sosiologi sebagai ilmu yang mempelajari lembaga-lembaga sosial, yaitu pola pikir dan tindakan yang telah terstruktur dan memengaruhi perilaku anggota masyarakat. Sosiologi, menurut Durkheim, mengkaji bagaimana lembaga-lembaga ini mengatur dan mempengaruhi interaksi serta kehidupan sosial dalam masyarakat.
Menurut Max Weber, sosiologi bisa diartikan sebagai sebuah ilmu yang mempelajari pengaruh timbal balik dan hubungan antara berbagai gejala sosial seperti gejala moral, gejala agama, gejala keluarga, dan gejala ekonomi.
Pitirim Sorokin menjelaskan, sosiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala-gejala sosial, misalnya antara gejala ekonomi dengan agama, keluarga dengan moral, hukum dengan ekonomi, gerak masyarakat dengan politik dan lain sebagainya.
Alvin Bertrand mengatakan, sosiologi adalah studi tentang hubungan antar-manusia (human relationship).
Ruang lingkup dalam hakikat sosiologi sebenarnya sangat luas, mencakup hampir semua aspek kehidupan masyarakat, seperti ekonomi, pendidikan, politik, agama, dan kebudayaan, yang semuanya ditelaah dari sudut pandang sosiologis. Dengan kata lain, sosiologi juga mempelajari interaksi sosial antara individu dan individu, kelompok dan kelompok, serta individu dengan kelompok.
Namun, pada dasarnya, sosiologi sebagai ilmu yang mempelajari struktur sosial memiliki tiga ruang lingkup utama, yaitu interaksi sosial sebagai proses di mana individu saling berhubungan dan memengaruhi satu sama lain dalam berbagai situasi, membentuk pola-pola sosial yang memengaruhi perilaku dan hubungan mereka dalam masyarakat.
Struktur sosial adalah susunan atau tata tertib sosial yang membentuk masyarakat, mencakup peran, status, dan hubungan antara individu serta kelompok dalam masyarakat.
Institusi sosial adalah lembaga-lembaga yang mengatur kehidupan sosial dan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, seperti keluarga, pendidikan, agama, ekonomi, dan politik. Institusi ini memberikan struktur, norma, dan nilai yang membimbing perilaku individu dan kelompok dalam masyarakat.
Perubahan sosial adalah transformasi yang terjadi dalam masyarakat dari waktu ke waktu, yang memengaruhi struktur dan fungsi sosial. Perubahan ini dapat berupa perkembangan teknologi, pergeseran nilai-nilai budaya, atau perubahan dalam institusi sosial yang mengubah cara hidup dan interaksi masyarakat.
Budaya adalah kumpulan nilai, norma, tradisi, dan simbol yang membentuk cara hidup masyarakat. Budaya mencakup cara berpikir, kebiasaan, dan praktik yang diwariskan dari generasi ke generasi, serta mempengaruhi bagaimana individu berperilaku dan berinteraksi dalam masyarakat.
Hakikat sosiologi sebagai dasar-dasar ilmu tentang kehidupan sosial membantu kita memahami lebih dalam mengenai struktur, interaksi, dan dinamika dalam masyarakat. Dengan mempelajari sosiologi, kita dapat melihat bagaimana berbagai elemen kehidupan sosial saling berhubungan dan mempengaruhi satu sama lain, serta bagaimana individu dan kelompok membentuk dan memodifikasi struktur sosial.
Ilmu ini tidak hanya memberikan wawasan tentang kehidupan sosial kita, tetapi juga menyediakan alat untuk menganalisis dan menangani berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat.
Editor: Reza Fajri