Hakim MK Peringatkan Saksi Berikan Keterangan Palsu Terancam Penjara 7 Tahun

Felldy Utama ยท Rabu, 19 Juni 2019 - 15:52 WIB
Hakim MK Peringatkan Saksi Berikan Keterangan Palsu Terancam Penjara 7 Tahun

Persidangan perkara sengketa hasil Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta. (Foto: Antara).

JAKARTA, iNews.id - Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) mengingatkan kepada saksi yang dihadirkan dalam sidang perkara sengketa hasil Pilpres 2019 agar berkata jujur. Saksi yang memberikan keterangan palsu dapat dijerat hukuman tujuh tahun penjara.

Peringatan itu disampaikan Hakim MK ketika saksi yang dihadirkan oleh tim hukum Prabowo-Sandi, Agus Muhammad Maksum enggan mengungkapkan sejumlah pihak yang mengetahui dia dan keluarganya mendapatkan ancaman. Majelis Hakim MK menilai pengungkapan nama tersebut penting untuk membantu hakim dalam memutuskan perkara.

"Saya ingatkan, Pak Agus bisa jelaskan dan menerangkan apa yang anda ketahui, alami, dengar dengan sebenar-benarnya. Kalau anda berikan keterangan yang tidak sebenarnya, bisa kena Pasal 242 KUHP," ujar anggota Hakim MK, Aswanto dalam persidangan perkara sengketa hasil Pilpres 2019 di MK, Jakarta, Rabu (19/6/2019).

Menurutnya, peringatan ini bukan hanya berlaku bagi saksi yang diajukan pemohon. Peringatan juga ditujukan kepada saksi termohon dan pihak terkait agar memberikan keterangan yang sebenarnya.

"Kalau memberikan (keterangan) tidak sebenarnya, mahkamah bisa keliru ambil keputusan. Penyampaian ini juga untuk saksi-saksi (pihak) lain," katanya.

Editor : Kurnia Illahi