Harga BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026, DPR: Gunakan Secara Bijak
"Dengan terkendalinya harga BBM, tekanan biaya dapat diminimalkan, sehingga pelaku usaha memiliki ruang untuk mempertahankan margin usaha dan menjaga keberlangsungan operasional. Di sisi lain, stabilitas harga energi juga berkontribusi dalam menahan tekanan inflasi dan menjaga konsumsi domestik tetap kuat," ucapnya.
Lebih lanjut, Nurdin mendorong pemerintah untuk memperkuat sistem pengawasan distribusi BBM subsidi agar tidak terjadi kebocoran, sekaligus memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang berhak. Dia menekankan, konsistensi kebijakan dan tata kelola yang baik akan menjadi kunci dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.
“Dengan stabilitas yang terjaga, industri memiliki peluang untuk tumbuh lebih resilien dan berdaya saing di tengah dinamika ekonomi global,” ucap dia.
Sebelumnya, Purbaya menjamin harga BBM subsidi tidak akan naik hingga akhir 2026. Adapun, terdapat dua jenis BBM bersubsidi, di antaranya Pertalite dan Solar.
Purbaya mengatakan, anggaran untuk BBM subsidi cukup hingga sampai akhir tahun ini. Dia pun memastikan jika harga minyak dunia melonjak lebih tinggi, pihaknya telah menyiapkan strategi pendanaan.
"Harga BBM bersubsidi tidak akan naik sampai akhir tahun dan anggaran saya cukup. Kalau kepepet gimana? Misalnya harganya lebih tinggi lagi? Selama suplainya ada, kita masih punya bantalan uang sebesar Rp420 triliun yang sekarang dalam bentuk sisa anggaran lebih atau SAL, kalau kepepet itu masih bisa dipakai," kata Purbaya dalam konferensi pers Kebijakan Transportasi dan BBM di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (6/4/2026).