Harga Logam Mulia Diprediksi Fluktuatif dalam Sepekan, Pembelian Bank Sentral China Jadi Sorotan
Menurut Ibrahim, penurunan harga emas dunia maupun logam mulia justru membuka peluang bagi bank sentral global untuk menambah kepemilikan emas. Kondisi tersebut dimanfaatkan untuk melakukan diversifikasi cadangan devisa dengan mengalihkan aset berbasis dolar AS ke emas.
“Karena dengan harga yang relatif lebih murah ini akan diuntungkan dari selisih harga. Nah di sini kita melihat bahwa yang aktif dalam melakukan pembelian ini adalah salah satunya Bank Central China,” ucapnya.
Ibrahim menyebut Bank Sentral China sebagai salah satu lembaga moneter yang aktif membeli emas sepanjang 2026. Pembelian disebut konsisten sejak awal tahun hingga Juli, sementara akumulasi pada Agustus dan September masih terus dicermati pelaku pasar.
Pada Agustus, akumulasi pembelian emas oleh Bank Sentral China dilaporkan meningkat sekitar 20 ton dibandingkan bulan sebelumnya.
“Nah ada kemungkinan besar bahwa dengan menurunnya harga emas dunia,” tuturnya.
Selain China, Bank Sentral Polandia juga tercatat sebagai salah satu otoritas moneter di Eropa yang aktif menambah cadangan emas. Tingginya minat pembelian dari bank sentral global dinilai menjadi bantalan yang dapat menahan penurunan harga emas lebih dalam saat terjadi koreksi teknis.
"Permintaan untuk harga emas dunia maupun logam mulia dalam kondisi harga rendah ini dimanfaatkan oleh bank sentral global maupun perusahaan-perusahaan besar untuk melakukan pembelian guna mengganti cadangan devisanya dari dolar ke emas," ujarnya.
Editor: Aditya Pratama