Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp23.000, Buyback Jadi Segini
Advertisement . Scroll to see content

Harga Logam Mulia Diprediksi Fluktuatif dalam Sepekan, Pembelian Bank Sentral China Jadi Sorotan

Senin, 28 September 2026 - 07:11:00 WIB
Harga Logam Mulia Diprediksi Fluktuatif dalam Sepekan, Pembelian Bank Sentral China Jadi Sorotan
Harga emas diprediksi fluktuatif pekan depan. Aksi pembelian bank sentral China dan sejumlah negara menjadi penopang saat harga terkoreksi. (Foto: Ilustrasi/Dok. Antam)
Advertisement . Scroll to see content

Menurut Ibrahim, penurunan harga emas dunia maupun logam mulia justru membuka peluang bagi bank sentral global untuk menambah kepemilikan emas. Kondisi tersebut dimanfaatkan untuk melakukan diversifikasi cadangan devisa dengan mengalihkan aset berbasis dolar AS ke emas.

“Karena dengan harga yang relatif lebih murah ini akan diuntungkan dari selisih harga. Nah di sini kita melihat bahwa yang aktif dalam melakukan pembelian ini adalah salah satunya Bank Central China,” ucapnya.

Ibrahim menyebut Bank Sentral China sebagai salah satu lembaga moneter yang aktif membeli emas sepanjang 2026. Pembelian disebut konsisten sejak awal tahun hingga Juli, sementara akumulasi pada Agustus dan September masih terus dicermati pelaku pasar.

Pada Agustus, akumulasi pembelian emas oleh Bank Sentral China dilaporkan meningkat sekitar 20 ton dibandingkan bulan sebelumnya.

“Nah ada kemungkinan besar bahwa dengan menurunnya harga emas dunia,” tuturnya.

Selain China, Bank Sentral Polandia juga tercatat sebagai salah satu otoritas moneter di Eropa yang aktif menambah cadangan emas. Tingginya minat pembelian dari bank sentral global dinilai menjadi bantalan yang dapat menahan penurunan harga emas lebih dalam saat terjadi koreksi teknis.

"Permintaan untuk harga emas dunia maupun logam mulia dalam kondisi harga rendah ini dimanfaatkan oleh bank sentral global maupun perusahaan-perusahaan besar untuk melakukan pembelian guna mengganti cadangan devisanya dari dolar ke emas," ujarnya.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut