Haru! Gubernur Banten Kenang 5 Jurnalis: Kami Sempat Diskusi Kurang dari 24 Jam sebelum Hilang
JAKARTA, iNews.id - Keputusan penghentian operasi pencarian dan penyelamatan jurnalis iNews Yudistiro Pranoto, empat wartawan lain, dan tiga awak kapal yang hilang di Perairan Selat Sunda menyisakan duka mendalam bagi Gubernur BantenAndra Soni. Peristiwa tersebut terasa sangat personal karena dia sempat berinteraksi langsung dengan para korban, kurang dari 24 jam sebelum mereka dinyatakan hilang.
Andra Soni mengenang momen kebersamaannya dengan para jurnalis tersebut di Pos Pantau Pasauran, Kabupaten Serang, kurang dari 24 jam sebelum mereka dinyatakan hilang pada Senin (7/9/2026).
"Sangat personal jadinya bagi saya, karena kurang dari 24 jam sebelum dinyatakan hilang, lima kawan-kawan jurnalis itu sempat berdiskusi dengan saya di Pos Pantau Pasauran, Kabupaten Serang," ujar Andra Soni saat wawancara eksklusif bersama iNews, Kamis (17/9/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Andra mengatakan banyak hal yang mereka diskusikan. Meski belum sempat saling mengenal nama secara mendalam, dia merasakan energi positif, dedikasi, serta ketulusan para jurnalis tersebut dalam menjalankan tugas jurnalistik.
"Banyak yang kami diskusikan dan belum sempat kenal nama tapi banyak hal-hal yang kita diskusikan dan saya melihat semangat, saya melihat ketulusan dalam pekerjaan," ujarnya.
Kesedihan Andra semakin bertambah ketika mendapat kabar musibah tersebut juga melibatkan tiga awak kapal. Dia mengaku memiliki kenangan dan interaksi tersendiri dengan para awak kapal tersebut beberapa waktu sebelumnya.
"Hari itu sehari kemudian saya mendengar informasi dan tambahan informasinya adalah tiga orang awak kapal tersebut. Beberapa waktu sebelumnya saya juga punya interaksi dengan mereka," ungkapnya.
Meski operasi pencarian resmi dihentikan, Andra menilai semangat, solidaritas, dan harapan dari para sahabat jurnalis menjadi bentuk dukungan moril yang luar biasa. Dia juga mengapresiasi berbagai tulisan dan pemberitaan yang dibuat rekan-rekan seprofesi para korban.
Menurutnya, tulisan dan pemberitaan tersebut bukan sekadar karya jurnalistik, tetapi juga dapat dimaknai sebagai bentuk doa bersama untuk para korban.
"Jadi sama seperti teman-teman jurnalis yang dilihat hari ini adalah harapan. Sehingga saya tadi mengumpulkan beberapa yang disampaikan oleh jurnalis, sahabat-sahabat jurnalis dan ini adalah bentuk dukungan dan semoga apa yang disampaikan oleh kawan-kawan jurnalis tadi banyak sekali yang ditulis itu bisa bisa kita terjemahkan sebagai doa," pungkasnya.
Editor: Rizky Agustian