Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Di Depan PM Anutin, Hashim Ajak Thailand Perkuat Investasi dan Manfaatkan Pasar Karbon RI
Advertisement . Scroll to see content

Hashim Beri Warning! Rupiah Bisa Tembus Rp21.000 per Dolar AS jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:29:00 WIB
Hashim Beri Warning! Rupiah Bisa Tembus Rp21.000 per Dolar AS jika Isu MSCI Tak Diselesaikan
Hashim Djojohadikusumo memperingatkan risiko rupiah melemah hingga Rp21.000 per dolar AS di tengah sorotan investor asing terhadap pasar modal Indonesia. (Foto: Rohman Wibowo)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Hashim Djojohadikusumo memperingatkan risiko pelemahan rupiah hingga Rp21.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi itu menilai tekanan bisa meningkat jika investor asing menarik modal dari pasar saham Indonesia.

Hashim mengatakan, kekhawatiran tersebut berkaitan dengan sorotan Morgan Stanley Capital International (MSCI) dan investor global terhadap struktur pasar modal Indonesia, terutama terbatasnya saham yang beredar di publik (free float). Selain itu faktor rasio harga saham terhadap laba atau price-to-earnings ratio (P/E ratio) yang dinilai tidak wajar.

"Ini yang disorot dan diperhatikan dan dipersoalkan oleh MSCI dan pelaku-pelaku asing, kalau free float-nya terbatas dan P/E ratio-nya itu gila-gilaan, tidak masuk akal. Karena kalau investasi luar negeri keluar dari bursa saham kita, rupiah bisa semakin lemah, saya sudah hitung bisa jadi Rp20.000–Rp21.000, ada yang bilang Rp22.000," ujar Hashim di hadapan anggota Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dalam Rapimnas Kadin di Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Hashim mengungkapkan, risiko tersebut telah dibahas bersama Menteri Investasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani. Dia mengingatkan, pelemahan rupiah hingga Rp21.000-Rp22.000 per dolar AS berpotensi memperberat pembayaran utang luar negeri dalam denominasi dolar.

Menurut Hashim, persoalan pasar modal tidak hanya berkaitan dengan kepercayaan investor asing, tetapi juga berdampak pada masyarakat yang berinvestasi di dalam negeri.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut