Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Hasil Ekshumasi Sutrimo! Polda Metro Jaya: Tak Ditemukan Racun hingga Luka Kekerasan
Advertisement . Scroll to see content

Hasil Ekshumasi Jenazah Sutrimo: Ada Penyempitan Pembuluh Arteri Jantung

Rabu, 30 September 2026 - 16:34:00 WIB
Hasil Ekshumasi Jenazah Sutrimo: Ada Penyempitan Pembuluh Arteri Jantung
Tahapan ekshumasi terhadap jasad Sutrimo, karumga eks Jampidsus Febrie Adriansyah, di antaranya pemeriksaan luar dan pemeriksaan dalam. (Foto: iNews)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Tim Ekshumasi jenazah Sutrimo, yang disebut sebagai kepala rumah tangga (Karumga) eks Jampidsus Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah. menemukan faktor risiko dan perubahan patologis pada sistem kardiovaskular. 

Ketua Tim Ekshumasi Ahmad Yudianto menjelaskan, temuan itu antara lain berupa lekukan pada cuping telinga kanan dan kiri serta lemak abdomen yang tebal.

"Ditandai dengan adanya lekukan pada cuping telinga kanan dan kiri, lemak abdomen yang tebal, dinding arteri koroner yang keras dan menebal, serta ditunjang pemeriksaan histopatologi yang menunjukkan penyempitan domain pembuluh arteri mencapai 75 persen," ucap Ahmad dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Rabu (30/9/2026).

Selain itu, tim ekshumasi menyatakan penyakit jantung iskemik belum dapat disimpulkan sebagai penyebab kematian Sutrimo. 

Namun, kandungan kafein yang ditemukan dalam tubuh dinilai dapat menjadi faktor pencetus yang memperberat kondisi kesehatan Sutrimo.

"Penyakit jantung iskemik tidak dapat disimpulkan sebagai penyebab kematian. Kafein yang ditemukan dalam tubuh dinilai dapat berperan sebagai faktor pencetus yang memperberat kondisi penyakit tersebut," kata dia.

Selain itu, tim ekshumasi juga tidak menemukan kandungan racun maupun luka akibat senjata tajam, benda tumpul, atau kekerasan.

Ahmad menjelaskan, pemeriksaan terhadap jenazah Sutrimo tidak menemukan luka akibat senjata tajam maupun benda tumpul. Tim juga tidak menemukan patah tulang yang berkaitan dengan kekerasan.

Kemudian, pemeriksaan toksikologi terhadap organ tubuh dan tanah di sekitar makam juga tidak menemukan kandungan pestisida, alkohol, arsen, maupun sianida.

"Di sisi lain, pemeriksaan menemukan adanya kafein pada berbagai organ dan jaringan tubuh," tuturnya.

Sebelumnya, Sutrimo ditemukan meninggal dunia dengan kondisi mulut berbusa di depan Klinik Modernt, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (23/7/2026).

Penyebab kematian Sutrimo (42) sempat belum dapat dipastikan setelah proses ekshumasi dan autopsi. Tim forensik kemudian melakukan pemeriksaan laboratorium terhadap puluhan sampel yang diambil dari tubuhnya.

Ketua Tim Forensik Ahmad Yudianto mengatakan sampel tersebut berasal dari berbagai bagian tubuh Sutrimo, mulai dari kepala hingga bagian tubuh bawah. Sampel terdiri atas jaringan, organ dalam, dan swab.

"Perkiraan antara 2-3 minggu bisa terselesaikan dari hasil laboratoriumnya," kata Ahmad Yudianto di Polresta Banyumas, dikutip dari iNews Purwokerto, Rabu (12/8/2026).

Pemeriksaan laboratorium dilakukan untuk mencari penyebab kematian berdasarkan bukti medis dan ilmiah. Pemeriksaan mencakup histopatologi, toksikologi, dan DNA.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut