Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Terungkap! Penyebab Kematian Dokter Internship UI di Metro Lampung karena Sakit
Advertisement . Scroll to see content

Hasil Investigasi Kemenkes: Dokter Magang di Lampung Meninggal Bukan gegara Bullying

Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:58:00 WIB
Hasil Investigasi Kemenkes: Dokter Magang di Lampung Meninggal Bukan gegara Bullying
Kemenkes memastikan dokter internsip Muhammad Zulfikar Drakel meninggal bukan karena bullying atau kelebihan beban kerja. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan hasil investigasi terkait meninggalnya peserta Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI), dr Muhammad Zulfikar Drakel, yang bertugas di RSUD KH Ahmad Hanafiah (Sukadana), Kabupaten Lampung Timur. Kematian Zulfikar dipastikan tak berkaitan dengan perundungan atau bullying atau kelebihan beban kerja.

"Hasil investigasi gabungan menyimpulkan meninggalnya dr. Zulfikar tidak berkaitan dengan dugaan perundungan (bullying) maupun kelebihan beban kerja selama menjalani program," kata Direktur Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan Kemenkes, Yuli Farianti dalam keterangannya yang dikutip, Sabtu (25/7/2026).

Dia mengatakan, hasil investigasi menunjukkan saat kejadian Zulfikar sedang menjalani stase bangsal dengan tugas melakukan visite bersama Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP). 

"Jam kerja berlangsung pukul 08.00 hingga 14.00 dan dapat berakhir lebih awal mengikuti jadwal visite Dokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP), sehingga total jam kerja peserta berada di bawah ketentuan maksimal 40 jam per minggu. Seluruh praktik klinis juga dilakukan di bawah pendampingan dokter pembimbing dan DPJP," katanya.

Di sisi lain, menurut dia, tim investigasi juga tidak menemukan adanya kelebihan beban kerja yang berpotensi menyebabkan kelelahan. Selain itu, tidak ditemukan indikasi perundungan, intimidasi, maupun hambatan dalam pemberian izin, termasuk izin untuk menjalani pengobatan.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut