Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Hasto Ungkap Politik Tata Ruang Megawati soal Karhutla: Hutan Terbakar Tak Boleh Jadi Kebun Sawit
Advertisement . Scroll to see content

Hasto Sebut Karhutla Sentuh Marwah Bangsa, Singgung Kritik Negara Tetangga

Senin, 26 Oktober 2026 - 02:30:00 WIB
Hasto Sebut Karhutla Sentuh Marwah Bangsa, Singgung Kritik Negara Tetangga
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menilai karhutla yang berlarut-larut telah menyentuh marwah bangsa dan mendorong evaluasi kebijakan pencegahan. (Foto: iNews/Jonathan Simanjuntak)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIPHasto Kristiyanto menilai kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berlarut-larut di Indonesia telah menyentuh marwah bangsa. Dia menyoroti kritik dari negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura terhadap persoalan karhutla yang belum tuntas ditangani.

"Ini sudah menyentuh marwah bangsa. Bagaimana kita lihat video yang viral beberapa waktu yang lalu ketika kita menerima kritik dari negara-negara tetangga kita," kata Hasto di Museum Sumpah Pemuda, Jakarta, Minggu (25/10/2026).

Menurut Hasto, kritik tersebut seharusnya menjadi momentum bagi pemerintah untuk melakukan introspeksi dan otokritik. Dia mendorong evaluasi serta perubahan kebijakan agar kebakaran hutan serupa tidak terus berulang.

"Ini sebaiknya kita melakukan suatu introspeksi, melakukan otokritik, dan melakukan perubahan-perubahan kebijakan agar ke depan tidak ada lagi kebakaran hutan seperti saat ini," ujarnya.

Hasto juga menekankan pentingnya memperkuat sistem pencegahan karhutla. Menurutnya, upaya tersebut perlu didukung penguatan badan penanggulangan bencana, pelibatan relawan, serta modernisasi peralatan untuk mencegah dan menangani kebakaran.

Dia menilai persiapan menghadapi musim kemarau harus dilakukan jauh-jauh hari melalui perencanaan yang menyeluruh. Dengan demikian, langkah mitigasi dapat disiapkan sebelum risiko kebakaran meningkat.

"Dan di situlah proses mitigasi disempurnakan. Ke depan setidak-tidaknya dalam waktu lima bulan sebelum musim kemarau, harus sudah dilakukan suatu perencanaan-perencanaan yang komprehensif untuk mencegah kebakaran hutan yang telah menurunkan marwah kita sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat serta memiliki harga diri," ucapnya.

Editor: Donald Karouw

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut