Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Prihati Pujowaskito Dilantik Jadi Dirut BPJS Kesehatan, Saiful Hidayat Pimpin BPJS Ketenagakerjaan
Advertisement . Scroll to see content

Haul Gus Dur, Cak Imin: Membaca Sejarah Gus Dur Sama dengan Membaca Sejarah Bangsa

Selasa, 01 September 2020 - 06:47:00 WIB
Haul Gus Dur, Cak Imin: Membaca Sejarah Gus Dur Sama dengan Membaca Sejarah Bangsa
Haul Gus Dur ke-11 yang digelar di DPP PKB, Jakarta Pusat, Senin (31/8/2020) malam. (Foto: Antara)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) kembali menggelar haul Gus Dur ke-11 dengan hitungan tahun Hijriah, Senin (31/8/2020). KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur wafat pada 14 Muharram 1431 Hijriah.

Acara diawali kegiatan pemberian santunan kepada 200 anak yatim yang diserahkan kepada perwakilan. Acara selanjutnya khataman Al-Quran dan doa, kemudian pada pukul 19.00 WIB, Sekretaris Dewan Syuro DPP PKB, KH Syaifullah Maksum memimpin langsung tahlil, yasin, dan manaqib Gus Dur.

Ketua Umum (Ketum) DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar atau akrab disapa Cak Imin mengikuti kegiatan tersebut secara virtual. Dalam sambutannya Cak Imin mengungkapkan rasa syukur bisa melaksanakan haul Gus Dur di tengah pandemi covid-19.

"Membaca sejarah Gus Dur sama dengan membaca sejarah bangsa. Sifat dan karakter Gus Dur harus diresapi, dihayati, diikuti, dan diamalkan," katanya.

Cak Imin membaca manaqib Gus Dur dalam tiga episode. Pertama, perjalanan perjuangan Gus Dur. Kedua, perjuangan dan nilai-nilai Gus Dur. Ketiga, sifat dan karakter Gus Dur.

"Kita sebagai bagian dari perjuangan Gus Dur harus siap dengan mental dan karakter Gus Dur yaitu kesederhanaan, kejuhutan, dan ketidakduniawian. Gus Dur tidak mengandalkan hidupnya kepada kebendaan duniawi," tuturnya.

Wakil Ketua DPR RI itu berkata, Gus Dur penuh kesabaran, bukan berarti tidak pernah marah. Gus Dur merupakan sosok yang penuh ketelatenan dalam menempuh perjuangan yang rumit, memilih langkah tepat dan strategis.

"Dalam mencapai target harus terukur, tepat, efektif dan maksimal," ucapnya.

Salah satunya, kemampuan Gus Dur mendengarkan, mengikuti realitas yang ada. Gus Dur tidak pernah melawan realitas. Gus Dur sabar dengan represi sosial.

"Beliau justru marah kalau kita tidak memiliki kesabaran itu," kata Cak Imin.

Gus Dur menurutnya tidak pernah melakukan konfrontasi secara langsung. Sewaktu Gus Dur menjadi Ketua Umum Nahdlatul Ulama (NU), NU diserang banyak pihak yakni disebut lelet, lamban, ketinggalan zaman, dan kritik itu datang dari perguruan tinggi serta Islam alternatif. Bahkan, banyak tokoh-tokoh NU yang ikut menjelek-jelekkan NU, karena hanya ingin mendapatkan jabatan dari pemerintah.

"Gus Dur memahami kritik tersebut, realitasnya memang orang-orang NU jauh tertinggal. Namun, Gus Dur tidak pernah sekalipun mencaci, mengkritik. Belia justru membuat gerakan reformulasi NU dengan mencanangkan kembali ke khitoh 1926," tutur Cak Imin.

Melalui gerakan tersebut, Cak Imin mengatakan Gus Dur mentransformasi serta merevitalisasi nilai-nilai, baik cara berpikir maupun berbuat di tubuh NU.

Gus Dur pun tidak pernah menyepelekan fakta-fakta dan menghadapi realitas dengan penuh kesabaran.

"Pernah saya berpidato dengan penuh semangat. Namun begitu Gus Dur pidato semua diluruskan, PKB kata Gus Dur tempat orang baik-baik, juga menjadi tempat orang yang ingin menjadi baik," katanya.

Gus Dur, ungkap Cak Imin, dalam pribadinya tidak pernah merasa lebih baik dari orang lain. Sangat santun kepada orang kecil serta taat kepada orangtua.

"Gus Dur merupakan presiden yang menjadikan Istana Presiden yang begitu sakral menjadi istana rakyat. Dari semua itu, Gus Dur merupakan orang yang tawadhu substantif," ujarnya.

Cak Imin yakin banyak hal yang masih bisa dikaji dari Gus Dur. Baik itu sejarah panjang perjungan Gus Dur, gerakan pemikiran, kajian serta keinginan menjadi konseptor pengetahuan.

"Gus Dur bahkan bangga jika bisa berdebat dan mengalahkan Dr Nasikun, sosiolog UGM," katanya.

Menurut Cak Imin ada tiga poin penting yang diperjuangan Gus Dur dan dinikmati Indonesia hari ini. Ketiga hal tersebut yakni demokrasi, HAM, dan kesamaan di depan hukum.

"Ya, hari ini kita nikmati betul. Sekalipun hukum masih harus diperjuangkan lagi. Pikiran Gus Dur y
ang harus menjadi doktrin, walaupun nilai-nilai ajaran Gus Dur ada mabda syiasih dan himne. Dan itu semua harus kita perjuangan bersama. Ujung dari semua ini ketauhidin dan kemanusiaan," katanya.

Hadir dalam acara tersebut, Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP PKB Jazilul Fawaid, Waketum DPP PKB Hanif Dhakiri, Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PKB M Hasanuddin Wahid, Ketua DPP PKB Bidang Penguatan Eksekutif Legislatif dan Struktur Partai Abdul Halim Iskandar, Wakil Bendahara Umum (Wabendum) Bambang Susanto, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang serta Ketua Bidang Agama dan Dakwah Syaikhul Islam Lukman Hakim.

Editor: Rizal Bomantama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut