Hilirisasi-Transisi Energi Digenjot jelang 2 Tahun Pemerintahan Prabowo, Kunci Kemakmuran Rakyat
Dampak kebijakan hilirisasi, menurutnya, terlihat di Maluku Utara yang berkembang menjadi salah satu pusat industri pengolahan nasional. Produk ekspor wilayah tersebut semakin beragam, mulai dari feronikel, nickel matte, mixed hydroxide precipitate (MHP), nickel sulfate, hingga kobalt.
Perkembangan tersebut melanjutkan transformasi industri pengolahan yang sebelumnya berlangsung di Morowali, Sulawesi Tengah.
Todotua mengatakan, keberhasilan hilirisasi tidak cukup diukur dari besarnya investasi dan kapasitas produksi. Program tersebut juga harus memberikan efek berganda atau multiplier effect bagi perekonomian daerah, termasuk melalui penguatan tenaga kerja lokal, keterlibatan pelaku usaha daerah, dan perlindungan lingkungan hidup.
Dia juga menyoroti pemikiran ekonomi Soemitro Djojohadikusumo mengenai industrialisasi serta penguatan sistem keuangan nasional yang dirintis Margono Djojohadikusumo. Menurutnya, semangat membangun industri nasional dan memperkuat investasi domestik tetap relevan untuk mempercepat transformasi ekonomi Indonesia.
Selain industrialisasi, pemerintah menyelaraskan percepatan hilirisasi dengan penguatan ketahanan energi dan transisi menuju energi bersih. Ketersediaan energi yang andal dan kompetitif dinilai menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan industri pengolahan.