Hippindo Tegaskan Pemasangan Pagar Tinggi di Mal-Mal Besar Bukan karena Masalah Keamanan
"Jadi intinya cuma mungkin dari grup mal tersebut mengatur trafik untuk kenyamanan konsumen. Jadi biar konsumen itu enggak masuk dari mana-mana. Kalau kami melihat ya ini untuk bikin situasi bagus lah. Ya namanya ya sebenarnya pagar itu kan sebenarnya hal yang yang sifatnya untuk internal mereka ya. Bukan karena ada masalah," tuturnya.
Budihardjo menegaskan, pelaku usaha terus menjalin komunikasi dengan pemerintah untuk memastikan rantai pasok dan distribusi barang tetap berjalan lancar. Menurutnya, stabilitas harga dan ketersediaan stok menjadi prioritas agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga.
"Kami sih sebagai pengusaha percaya sama pemerintah ya, artinya pengusaha akan membantu pemerintah supaya penyebaran harga, penyebaran barang didistribusi normal, situasi terkendali, stok cukup itu. Saya rasa semua aman ya," ucapnya.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berencana meminta pengelola sejumlah pusat perbelanjaan membongkar pagar besi yang dipasang di area mal. Menurutnya, langkah antisipasi yang didasari kekhawatiran berlebihan tidak diperlukan.
Pramono mengaku telah mengetahui pemasangan pagar besi di sejumlah pusat perbelanjaan, seperti Kota Kasablanka (Kokas) dan Blok M Plaza. Dia menilai pemasangan pagar tersebut kemungkinan merupakan langkah antisipasi dari pihak pengelola.
Belakangan, setelah mendapat respons dari gubernur, pagar-pagar tinggi yang sempat terpasang di sejumlah pusat perbelanjaan sudah tidak terlihat lagi.
Editor: Aditya Pratama