Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pramono soal Kendaraan Listrik di Jakarta Tetap Bebas Pajak: Kami Serius Kurangi Polusi
Advertisement . Scroll to see content

Hore! Purbaya akan Beri Insentif 100.000 Mobil Listrik Baru

Selasa, 05 Mei 2026 - 15:32:00 WIB
Hore! Purbaya akan Beri Insentif 100.000 Mobil Listrik Baru
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: iNews)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Pemerintah akan memperluas cakupan insentif kendaraan listrik ke sektor mobil listrik atau electric vehicle (EV). Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pada tahap awal, kuota insentif dialokasikan untuk 100.000 unit mobil listrik.

Meski demikian, Purbaya menegaskan jumlah tersebut tidak bersifat final dan akan terus ditambah jika kuota awal telah habis terserap.

"Kira-kira untuk mobil listrik, akan kita kasih 100.000 mobil listrik. Kalau habis kita kasih lagi, kalau habis kita kasih lagi," kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Menurut dia, kebijakan ini diambil setelah adanya pertemuan dengan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita guna membahas strategi penguatan sektor manufaktur dan daya tahan ekonomi.

Meski demikian, Purbaya belum menjelaskan secara terperinci bentuk dan besaran insentif yang akan diberikan. Hal tersebut sedang dirumuskan oleh Kementerian Perindustrian. 

Khusus untuk motor listrik, pemerintah juga mematok target 100.000 unit pertama dengan besaran subsidi Rp5 juta per unit.

"Skemanya Menperin (Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita) yang mengatur. Motor listrik juga sama, 100.000 pertama akan kita kasih. Berapa subsidinya? Rp5 juta. Kalau abis nanti kita kasih lagi, kalau habis kita kasih lagi," ujar Purbaya.

Dia menargetkan kebijakan ini mulai diimplementasikan pada awal Juni 2026. Strategi ini memiliki dua tujuan utama yakni memperkuat daya tahan fiskal melalui pengurangan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) serta memacu pertumbuhan ekonomi pada kuartal III dan IV 2026.

"Saya tertarik dengan proposal mereka untuk memberi subsidi ke kendaraan listrik. Selain mendorong konsumsi, yg kedua kita bisa mengurangi konsumsi bahan bakar fuel bbm ya. Jadi ke depan seharusnya kalau itu dipercepat lebih memperkuat daya tahan anggaran ekonomi kita," jelas Purbaya.

Selain kendaraan listrik, kata dia, Kemenkeu berkomitmen menghidupkan kembali gairah sektor swasta secara menyeluruh. Purbaya mengungkapkan rencana untuk memberikan dukungan pendanaan yang lebih terjangkau bagi industri tekstil hingga alas kaki guna peremajaan mesin produksi.

Langkah ini diambil agar mesin pertumbuhan ekonomi nasional tidak hanya bertumpu pada belanja pemerintah, tetapi juga didorong oleh kontribusi aktif dari sektor manufaktur dan swasta.

"Tapi semangat kita sekarang kita akan memastikan semua mesin ekonomi berjalan. Jadi ekonomi bukan hanya didorong oleh pemerintah saja, tapi swasta akan hidup juga," tutur dia.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut