Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 2.774 Hotspot Terdeteksi di Kalbar, BNPB: 38.310 Hektare Lahan Terindikasi Terbakar
Advertisement . Scroll to see content

Hotspot Karhutla Kalimantan Tengah Melonjak, Pakar Minta Data Diverifikasi

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:15:00 WIB
Hotspot Karhutla Kalimantan Tengah Melonjak, Pakar Minta Data Diverifikasi
Ilustrasi titik hotspot karhutla di Kalimantan perlu diverifikasi. (Foto: iNews).
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Banyak titik panas atau hotspot terdeteksi di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah di tengah meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Guru Besar Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak, Prof H Gusti Hardiansyah, mengingatkan data hotspot perlu diverifikasi langsung sebelum disimpulkan sebagai titik kebakaran.

Menurut Gusti, kemunculan hotspot tidak otomatis menunjukkan terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Data dari Sistem Pemantauan Kebakaran Hutan dan Lahan (SiPongi) Kementerian Kehutanan serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) perlu melalui proses ground truthing atau pengecekan langsung di lapangan.

“Kalau saya lihat nih, kita harus bedakanlah dengan data ya. Saya merasa seminggu ini terlalu panik. Pemberitaan-pemberitaan itu panik kesannya. Padahal di lapangan ya, yang paling perlu itu kan, data tadi dibilang data hotspot dari SiPongi, dari BMKG, itu kan perlu di ground truthing ya,” kata Gusti dalam keterangan tertulis, Minggu (23/8/2026).

Dia mencontohkan sejumlah hotspot yang sebelumnya terdeteksi di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Setelah BNPB bersama tim melakukan pengecekan langsung, titik yang benar-benar menunjukkan adanya kebakaran ternyata lebih sedikit dibanding data hotspot awal.

Gusti meminta masyarakat tidak langsung panik saat melihat peningkatan hotspot. Dia mengakui risiko Karhutla tetap tinggi di tengah kondisi El Nino, tetapi peningkatan risiko perlu diimbangi dengan kesiapan penanganan.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut