Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bandara Riyadh Diserang Houthi, Kemenhaj Minta Jemaah Umrah Tenang: Fokus Ibadah
Advertisement . Scroll to see content

Houthi Serang Riyadh, Wamenhaj Dahnil: Belum Ada Larangan Perjalanan ke Arab Saudi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:19:00 WIB
Houthi Serang Riyadh, Wamenhaj Dahnil: Belum Ada Larangan Perjalanan ke Arab Saudi
Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak (Foto: Binti Mufarida)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan belum ada larangan perjalanan bagi warga negara Indonesia (WNI) ke Arab Saudi. Penegasan ini diungkapkan Dahnil usai adanya serangan kelompok Houthi di Bandara King Khalid, Riyadh, Arab Saudi.

Dahnil memastikan, pemerintah terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia dan otoritas Arab Saudi terkait perkembangan situasi keamanan di kawasan tersebut.

“Sampai hari ini kami terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri RI dan otoritas Saudi Arabia. Belum ada keputusan untuk menghimbau atau melarang perjalanan ke Saudi Arabia,” ujar Dahnil dalam keterangannya, Rabu (14/10/2026).

Meski belum ada larangan perjalanan, Dahnil mengimbau jemaah umrah Indonesia untuk memilih penerbangan langsung menuju Madinah atau Jeddah sebagai akses menuju Makkah.

“Kemlu RI dan kami Kemenhaj hanya menghimbau agar jemaah Indonesia memilih penerbangan direct ke Madinah atau Jeddah (Makkah). Dan, otoritas Kerajaan Saudi Arabia juga menyatakan kondisi aman dan safety untuk jamaah umrah,” ujarnya.

Dahnil juga berharap seluruh pihak di kawasan Timur Tengah dapat menahan diri agar situasi tidak berkembang menjadi perang terbuka yang berpotensi merugikan banyak pihak, termasuk jemaah yang tengah menjalankan ibadah di Tanah Suci.

“Kami berharap semua pihak di Timur Tengah menahan diri jangan terjebak dengan perang terbuka yang justru akan merugikan semua pihak apalagi langsung atau tidak langsung pasti berdampak terhadap aktivitas ibadah umat Islam di tanah suci,” katanya. 

Sebelumnya, dua warga negara Indonesia (WNI) terluka akibat serangan kelompok Houthi Yaman di Bandara King Khalid, Riyadh, Arab Saudi, pada Minggu (11/10/2026). Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan kedua WNI tersebut bukan jemaah umrah, melainkan pemukim di Arab Saudi.

Direktur Pelindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kemlu, Heni Hamidah, mengatakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh telah menerima informasi resmi dari Kementerian Luar Negeri Arab Saudi terkait insiden tersebut.

“Betul, KBRI Riyadh telah menerima informasi resmi dari Kementerian Luar Negeri Arab Saudi pada hari Selasa 13 Oktober 2026 yang menyampaikan bahwa terdapat dua warga negara Indonesia yang mengalami luka ringan pada tanggal 11 Oktober 2026,” kata Heni dalam keterangannya, Rabu (14/10/2026).

Heni menjelaskan, kedua WNI tersebut berinisial RM (45) dan ET (32). Keduanya sempat menjalani perawatan di rumah sakit berbeda di Riyadh.

Editor: Reza Fajri

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut