HT: Perindo Perjuangkan Pendidikan Tinggi untuk Rakyat

Wildan Catra Mulia ยท Rabu, 03 April 2019 - 08:33 WIB
HT: Perindo Perjuangkan Pendidikan Tinggi untuk Rakyat

Ketua Umum Partai Perindo, Hary Tanoesoedibjo (HT) menghadiri acara bazar murah Perindo di Kecamatan Enggal, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung, Selasa (2/4/2019). (Foto: Istimewa).

BANDAR LAMPUNG, iNews.id - Partai Perindo fokus untuk meningkatkan pendidikan masyarakat. Terutama generasi muda harus diberi kesempatan mengenyam pendidikan tinggi agar masa depannya cerah dan bisa meningkatkan kualitas kehidupan keluarga.

Saat ini baru sebagian kecil masyarakat di Tanah Air yang bisa menempuh pendidikan hingga perguruan tinggi. Mayoritas hanya lulusan Sekolah Dasar (SD). Faktor itu menyebabkan produktivitas rendah.

“Ini yang diperjuangkan Partai Perindo, bagaimana adik-adik kita bisa mengenyam pendidikan tinggi,” ujar Ketua Umum Partai Perindo, Hary Tanoesoedibjo (HT) di sela-sela acara bazar murah Perindo di Kecamatan Enggal, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung, Selasa (2/4/2019).

Dia menilai pendidikan sangat penting.  Saat putus sekolah di SMA, HT bangkit dan berhasil menyelesaikan pendidikan S1 dan S2 di Kanada dengan nilai cum laude serta mendapat beasiswa kemudian membangun usaha.

Sekarang dia memiliki 35 ribu lebih karyawan dengan 100 lebih perusahaan. “Kalau dulu saya tidak lanjut sekolah, tidak mungkin saya di depan bapak, ibu, saudara sekalian. Jadi, saya ingin melihat adik-adik suatu saat punya kesempatan bisa masuk perguruan tinggi. Ini yang diperjuangkan Partai Perindo,” ucapnya.

Sampai saat ini dia terus menggerakkan seluruh unsur partai dan caleg untuk mengantarkan Partai Perindo menjadi tiga besar di Pemilu 2019. Tujuannya, untuk memperjuangkan regulasi atau kebijakan yang mempercepat pendidikan tinggi secara masif.

Misalnya, memberikan pinjaman pendidikan tanpa bunga yang bisa dicicil setelah lulus kuliah dan sudah bekerja. Selain pendidikan, Partai Perindo berjuang membangun kesejahteraan masyarakat kecil.

“Usaha kecil, usaha mikro, nelayan, petani masih belum mapan. Bagaimana Indonesia bisa maju kalau mayoritas masyarakatnya masih belum mapan,” katanya.


Editor : Kurnia Illahi