Hujan Lebat Masih Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah meski El Nino Sangat Kuat
Aktivitas dinamika atmosfer itu memengaruhi wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara, hingga Papua.
Selain itu, perlambatan kecepatan angin di beberapa wilayah dan suhu muka laut yang relatif hangat turut mendukung ketersediaan uap air serta proses pembentukan awan hujan.
“Namun disisi lain, aktivitas dinamika atmosfer yang masih berlangsung memungkinkan terjadinya hujan sedang hingga sangat lebat, termasuk di wilayah yang secara umum mengalami curah hujan rendah,” papar BMKG.
Di sisi lain, kondisi iklim global turut memengaruhi pola hujan di Indonesia. BMKG mencatat fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) positif dengan indeks rata-rata bulanan September sebesar +0,72.
Sementara itu, anomali suhu muka laut di wilayah Niño 3.4 pada periode Juli-Agustus-September (JAS) mencapai +2,70. Kondisi tersebut mengindikasikan fenomena El Niño dengan intensitas sangat kuat masih berlangsung.