Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Cegah Tumpang Tindih Perizinan Hutan, Kemenhut Buat Sistem Digital
Advertisement . Scroll to see content

Hutan dan Lahan Krueng Simpoe Terbakar, Tak Ada Korban Jiwa

Selasa, 12 Oktober 2021 - 21:21:00 WIB
Hutan dan Lahan Krueng Simpoe Terbakar, Tak Ada Korban Jiwa
Kebakaran hutan dan lahan di Desa Krueng Simpo, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh. (Foto dok BNBP).
Advertisement . Scroll to see content

Berdasarkan Pusat Pengendalian Operasi BPBD Kabupaten Bireuen, titik api telah berhasil dipadamkan. Setelah titik api berhasil dimatikan, petugas gabungan melakukan pendinginan untuk memastikan api benar-benar padam. 

Petugas BPBD masih memutakhirkan total area terdampak pascapemadaman. 

Terpantau dari beberapa citra satelit dengan tingkat kepercayaan tinggi, seperti Landsat-8, SNPP, NOAA20, dan Terra/Aqua, tidak terpantau titik panas atau hot spot di wilayah Aceh. Namun demikian, pemerintah daerah perlu meningkatkan kesiapsiagaan, khususnya upaya pencegahan karhutla yang dapat meluas. 

Tingkat kemudahan terbakar di lapisan atas permukaan tanah sebagaimana diinformasikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), beberapa wilayah di Aceh, termasuk Kabupaten Bireuen, termasuk pada kategori mudah dan sangat mudah terbakar. 

Indikator tingkat kemudahan terbakar tersebut berlaku pada esok hari, Selasa (12/10). Sedangkan pada pantauan cuaca, wilayah Kecamatan Juli berpeluang cerah dimana dapat memicu kemudahan kebakaran. 

Sementara itu, berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, rekapitulasi sementara luas karhutla di Provinsi Aceh pada tahun ini mencapai 681 hektar. 

Menyikapi potensi karhutla di wilayah Aceh, pemerintah daerah dan masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan. Masyarakat bersama unsur terkait dapat melakukan patroli bersama untuk memantau atau mengantisipasi sejak dini karhutla yang mungkin terjadi. Pencegahan sejak dini lebih baik dibandingkan saat api sudah meluas dan tidak terkendali.

Editor: Faieq Hidayat

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut