Identifikasi Pelaku Bom Gereja, Densus 88 dan BIN Terbang ke Filipina

Mohammad Yamin ยท Selasa, 05 Februari 2019 - 14:58 WIB
Identifikasi Pelaku Bom Gereja, Densus 88 dan BIN Terbang ke Filipina

Kadiv Humas Polri Irjen Pol M Iqbal. (Foto: iNews.id/Irfan Ma'ruf).

JAKARTA, iNews.id – Pemerintah Indonesia merespons serius pernyataan otoritas Filipina yang menyebut keterlibataan pasangan suami istri asal Indonesia sebagai pelaku bom gereja di Jolo, Provinsi Sulu, pada 27 Januari 2019. Indonesia akan mendalami informasi tersebut.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol M Iqbal menuturkan, sebagai tindak lanjut atas pernyataan yang disampaikan otoritas Filipina, tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri bersama Badan Intelijen Negara (BIN) dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) serta perwakilan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) akan terbang ke Filipina.

"Tim akan membantu identifikasi berkaitan dengan dugaan pelaku yang disebut-sebut dari Indonesia. Perwakilan pemerintah ini akan berupaya semaksimal mungkin membantu identifikasi tersebut," ujar Iqbal di Jakarta, Selasa (5/2/2019).

Seperti diketahui, Mendagri Filipina Eduardo Ano menyebut pelaku bom bunuh diri di gereja Jolo melibatkan pasutri asal Indonesia. Kesimpulan ini diambil berdasarkan keterangan para saksi mata dan sumber di penyelidikan.

Sementara Kepala Kepolisian Nasional Filipina Oscar Albayalde mengungkapkan, informasi mengenai keterlibatan pasutri Indonesia didapat dari keterangan tersangka utama Kamah Pae yang menyerahkan diri bersama empat orang lainnya pada akhir pekan lalu.

Menurut Albayalde, pasutri tersebut masuk ke Pulau Jolo melalui jalur laut, yakni dari Pulau Lampinigan, Provinsi Basilan, pada 24 Januari 2019. Soal identitas, Albayalde menyebut sang pria memiliki nama panggilan Abu Hud.

Iqbal menegaskan, Indonesia beritikad baik untuk membantu pengungkapan kasus tersebut meskipun sampai saat ini belum ada fakta yang mengonfirmasi bahwa pelaku benar-benar warga Indonesia.

Editor : Zen Teguh