Idrus Marham: Mahasiswa dan Prabowo Punya Semangat yang Sama Perbaiki Ekonomi Bangsa
Menurutnya, sejumlah isu yang saat ini telah masuk dalam proses hukum, termasuk persoalan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG), perlu tetap berjalan sesuai mekanisme yang berlaku. Namun, kata dia, perhatian publik juga harus diarahkan pada persoalan yang lebih besar terkait dugaan kebocoran ekonomi negara.
Idrus pun merujuk pernyataan Prabowo dalam Sidang Paripurna DPR mengenai dugaan praktik manipulasi perdagangan seperti underinvoicing, undercounting, hingga transfer pricing. Praktik-praktik itu disebut berpotensi merugikan negara hingga 908 miliar dolar AS atau sekitar Rp15.400 triliun.
“Yang menjadi pertanyaan, kenapa persoalan sebesar Rp15.400 triliun ini tidak menjadi perhatian kita bersama secara kolekyif? Itu disampaikan langsung oleh presiden di depan Sidang Paripurna DPR. Ini angka yang sangat besar dan harus menjadi perhatian bersama,” ujar Idrus.
Dia menilai penyampaian Prabowo di forum kenegaraan tersebut merupakan bentuk keresahan terhadap kondisi bangsa melalui jalur konstitusional.
“Demo itu bukan hanya turun ke jalan. Demo adalah penyampaian sikap, penyampaian keresahan. Pak Prabowo melakukan ‘demo’ di jantung negara, di depan Sidang Paripurna DPR, dengan membuka persoalan besar tentang tata kelola ekonomi,” kata Idrus.