IJTI Jakarta Gelar Uji Kompetensi Jurnalistik, Tingkatkan Kualitas Wartawan di Era Disrupsi AI
Selain untuk menghadapi disrupsi AI, sertifikasi jurnalis juga dinilai penting sebagai filter di tengah maraknya banjir informasi di media sosial. Dia menjelaskan bahwa jurnalis memiliki peran memberikan gambaran utuh kepada masyarakat, khususnya dalam peristiwa penting seperti bencana.
Menurutnya ketika banyak konten viral hanya menampilkan potongan situasi, karya jurnalistik harus menghadirkan konteks yang lebih lengkap dan berdampak pada pengambilan keputusan publik.
"Dengan jurnalis, maka penonton lewat karya jurnalistiknya bisa memahami situasi lebih lengkap lagi. Akhirnya apa? Dampak yang diharapkan misalnya antara lain, bantuan yang bisa datang, atau masuk ke depannya bahkan ada evolusi bagaimana untuk menata wilayah supaya tidak terjadi bencana yang salah," kata Herik.
Lebih jauh, Herik berharap UKJ yang digelar IJTI bisa menjadi dorongan penting bagi generasi jurnalis muda untuk memperkuat profesionalisme dan menjaga integritas informasi di era disrupsi digital. Menurutnya, persaingan di dunia media kian ketat sehingga jurnalis dituntut memiliki kemampuan yang semakin beragam.
"Harapan saya, setelah dinyatakan kompetensi, mereka terus meningkatkan kapasitas, kemampuannya, supaya karya jurnalistik yang bisa lebih berkualitas lagi. Jangan sampai kemudian, setelah uji kompetensi ini dinyatakan kompetensi, sudah berhenti sampai di level tersebut," katanya.
Editor: Reza Fajri