Imigrasi Soetta Terima Kunjungan Delegasi DHA Australia, Dukung Program Peer Learning
TANGERANG, iNews.id – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta menerima kunjungan delegasi Department of Home Affairs (DHA) Australia dalam rangkaian kegiatan Peer Learning Comparative Visit yang dilaksanakan di Tempat Pemeriksaan Imigrasi Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan kerja sama bilateral Indonesia dan Australia di bidang keimigrasian, dalam hal ini untuk memperdalam pemahaman terhadap sistem pemeriksaan keimigrasian pada perlintasan internasional, serta pengelolaan pengawasan keimigrasian di salah satu gerbang utama Indonesia.
Dalam kunjungan tersebut, delegasi DHA Australia yang dipimpin oleh Assistant Secretary Immigration Risk Integrity & Assurance, Michael Odgers diterima langsung oleh Kepala Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta beserta jajaran.
Mereka meninjau langsung mekanisme pemeriksaan kedatangan dan keberangkatan penumpang internasional, efektivitas penggunaan Autogate, manajemen antrean dan mitigasi risiko, penerapan platform All Indonesia, serta peninjauan terhadap Unit Analisis Penumpang di TPI Soekarno-Hatta.
Imigrasi Medan Ungkap Komplotan Penyelundupan Orang, 4 WNA Sri Lanka Ditangkap
Hal ini berperan dalam melakukan profiling, analisis data perlintasan, serta identifikasi potensi risiko guna mendukung pengambilan keputusan pemeriksaan secara lebih akurat dan berbasis intelijen.
TPI Soekarno-Hatta dinilai strategis karena menjadi salah satu titik perlintasan tersibuk di Indonesia dengan kompleksitas lalu lintas orang yang tinggi. Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta, Galih P. Kartika Perdhana menyambut baik kunjungan ini guna memperkuat komitmen institusi dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan pengawasan.
“TPI Soekarno-Hatta dipilih sebagai locus comparative visit karena merepresentasikan implementasi kebijakan dan sistem pengawasan keimigrasian secara komprehensif. Melalui kunjungan ini, kami berbagi pengalaman terkait pengelolaan perlintasan internasional yang efektif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta tetap mengedepankan prinsip keamanan dan pelayanan publik,” ujarnya.
Kegiatan ini memberikan manfaat strategis bagi Imigrasi Indonesia, antara lain peningkatan profesionalisme dan tata kelola, penguatan transformasi digital, pengembangan kapasitas pemeriksaan keimigrasian, serta peningkatan kepercayaan dan kerja sama bilateral dalam mendukung stabilitas dan keamanan nasional.
Editor: Rizqa Leony Putri