Indonesia-Arab Saudi Berpotensi Rayakan Iduladha 1447 H Serentak pada 27 Mei
Sementara itu, Zufar menjelaskan analisis visibilitas hilal Zulhijjah 1447 H perbandingan Jakarta, Mekkah, Madinah, dan Riyadh yang berdasarkan hisab astronomis dan peta visibilitas hilal.
Jadwal dan Tahapan Sidang Isbat Iduladha 2026 Hari Ini, Hilal bakal Terlihat?
“Ijtima atau konjungsi terjadi pada Sabtu, 16 Mei 2026 pukul 20.01 UTC. Pada magrib Sabtu, 16 Mei, mayoritas wilayah Asia belum memungkinkan rukyatul hilal. Pada Ahad, 17 Mei 2026, hilal sudah memenuhi kriteria imkanur rukyat di banyak wilayah. Bahwa di Arab Saudi berada pada zona hijau. Zona hijau ini mudah terlihat dengan mata telanjang,” katanya.
Sementara itu, posisi hilal untuk Jakarta, ketinggiannya di perhitungan pihaknya sudah mencapai 4,4 derajat dengan elongasi 9,5 derajat.
“Ini sudah melebihi dari MABIMS. Kemudian kalau kita lihat di Riyadh itu 10,6 derajat dan elongasi 11,6 derajat. Di Mekkah 10,7 derajat tinggi hilal dan elongasi 11,8 derajat. Di Madinah 10,9 derajat dengan sudut elongasi 11,9 derajat,” tuturnya.
Zufar menjelaskan, secara astronomis rukyat akan tampak pada Minggu, 17 Mei 2026 saat matahari terbenam.
“Secara hisab astronomis, Indonesia dan Arab Saudi berpotensi besar ber-Iduladha pada hari yang sama. Nikmat yang besar dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala tahun ini buat kita semua. Kondisi rukyat di Arab Saudi jauh lebih kuat dibanding Indonesia. Keputusan resmi tetap bergantung pada otoritas masing-masing negara,” ujarnya.
Editor: Aditya Pratama