Indonesia Bidik Nilai Ekstra dari Ekspor Komoditas, Industri Maritim Mulai Diperkuat
Dalam program kerja 100 hari, perusahaan tersebut menyusun RKAP 2026, RJPP 2027-2032, serta berbagai standar operasional prosedur (SOP) sebagai dasar operasionalisasi perusahaan dan pembagian tugas.
Penguatan armada juga menjadi bagian dari strategi tersebut. Kebutuhan kapal-kapal besar untuk mengangkut komoditas strategis dipenuhi melalui sejumlah skema, mulai dari pengadaan kapal bekas, pembangunan kapal baru hingga penyewaan kapal.
Banyaknya kapal yang menjalani perawatan maupun pembangunan kapal baru dinilai akan ikut meningkatkan aktivitas industri galangan kapal nasional.
Selain itu, penerapan mekanisme Cost, Insurance and Freight (CIF) dalam ekspor komoditas diyakini dapat mendorong peningkatan premi asuransi maritim. Penguatan aktivitas pelayaran juga berpotensi membuka lapangan kerja bagi ribuan pelaut Indonesia yang bekerja di kapal-kapal nasional.
Kolaborasi dengan sejumlah perusahaan pelayaran dan jasa kepelabuhanan di dalam negeri juga dinilai penting untuk memperkuat ekosistem maritim. Kerja sama tersebut antara lain dapat melibatkan PT Pelni, PT Pelindo, PT ASDP Indonesia Ferry dan berbagai pihak lainnya.
Editor: Aditya Pratama