Indonesia Kejar Pengembangan Teknologi Terapi Sel
Menurut Lucia, Indonesia juga melakukan pembandingan atau benchmark dengan sejumlah negara untuk melihat perkembangan regulasi dan teknologi terapi sel. Jepang menjadi salah satu negara yang dijadikan rujukan karena dinilai telah lebih maju dalam bidang tersebut.
“Kalau dibandingkan dengan negara Asia lain, mungkin Jepang ya, Jepang lebih maju, lebih advanced,” katanya.
Lucia mengatakan Indonesia bahkan memiliki rencana kerja sama dengan Jepang dalam pengembangan stem cell untuk otot jantung. Teknologi yang akan digunakan dalam pengembangan tersebut adalah induced pluripotent stem cells (iPSC).
Kerja sama tersebut diharapkan dapat mempercepat kemampuan Indonesia dalam mengembangkan terapi sel. Kolaborasi antara peneliti dan klinisi juga dinilai penting agar inovasi yang dihasilkan dapat memenuhi standar keamanan dan berbasis bukti ilmiah.
“Makanya dengan kolaborasi di ACTO ini, kita harapkan peneliti Indonesia, klinisi Indonesia juga memiliki kecepatan untuk pengembangan terapi sel ini setara dengan negara-negara maju seperti Jepang kalau di Asia,” tuturnya.