Indonesia Mengajar Catat Sejarah, Gelar Olimpiade Genomik Indonesia 2025
Dia optimistis OGI bukan sekadar kompetisi, melainkan gerakan membuka akses ilmu pengetahuan. Ilmu genomik sering dianggap rumit dan hanya untuk para ilmuwan. Padahal, rasa ingin tahu tentang bagaimana tubuh, alam, dan kehidupan bekerja adalah milik semua orang.
"OGI hadir untuk menjadi ruang eksplorasi, belajar, dan terkoneksi dengan masa depan. Inilah bukti bahwa kesempatan yang setara dapat menumbuhkan harapan besar bagi masa depan sains Indonesia," ujar Prof Amin, Kamis (21/8/2025).
Rangkaian final OGI 2025 pada 22–23 Agustus 2025 di Universitas Indonesia (UI). Awarding day diselenggarakan pada 24 Agustus 2025 di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Para finalis terpilih dari ribuan peserta melalui seleksi ketat, mulai dari tahap penyisihan hingga pembekalan materi yang didampingi langsung oleh para ahli genomik. Di malam puncak, mereka akan menampilkan hasil pembelajaran dan kompetisi di hadapan juri serta publik, disertai penyerahan penghargaan untuk para pemenang.
Selain kompetisi, OGI juga menghadirkan kelas inspirasi, diskusi bersama ilmuwan, hingga sesi berbagi pengalaman dari siswa-siswi daerah tentang bagaimana sains hadir dalam kehidupan mereka sehari-hari.
Puncak acara akan dihadiri oleh perwakilan Kementerian Kesehatan, Kemendikdasmen, serta para pakar dan ilmuwan bidang genomik. Ajang OGI diharapkan melahirkan generasi peneliti, pendidik, dan inovator sains masa depan Indonesia.
"Genomik adalah masa depan teknologi di Indonesia," kata Prof Amin.
Editor: Maria Christina