Ini Inisial 2 Polisi Aktif Pelaku Penyerangan Novel Baswedan

Irfan Ma'ruf · Jumat, 27 Desember 2019 - 17:46 WIB
Ini Inisial 2 Polisi Aktif Pelaku Penyerangan Novel Baswedan

Polri menangkap dua pelaku penyerangan terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan. (Foto: Antara/M Risyal Hidayat).

JAKARTA, iNews.id – Pelaku penyerangan terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan akhirnya terkuak. Dua orang ditangkap oleh tim Mabes Polri, Kamis (26/12/2019) malam.

Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo mengatakan, dua pelaku merupakan anggota Polri aktif. Keduanya diamankan setelah tim teknis menemukan informasi signifikan terkait kasus ini beberapa waktu lalu.

”Tadi malam tim teknis dan korps Brimob telah melakukan penangkapan. Dua pelaku berinisial RM dan RB,” kata Listyo dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jumat (27/12/2019).

Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Argo Yuwono mengatakan, dua terduga pelaku penyerangan Novel Baswedan diamankan setelah tim Polri melakukan penyelidikan panjang dilanjutkan dengan penyidikan. Keduanya ditangkap di Cimanggis, Depok, Jawa Barat.

Dalam kasus ini, polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), pra-rekonstruksi 7 kali hingga memeriksa 73 saksi. Dari hasil penyelidikan dan penyidikan yang juga melibatkan labfor dan inafis, ditangkap dua pelaku.

”Kemudian kita bawa ke Polda Metro Jaya dan kedua pelaku ini dilakukan interograsi. Tadi pagi jadi tersangka,” ujar Argo.

Dia melanjutkan, pada Jumat siang tadi dua pelaku telah diperiksa sebagai tersangka. Selain itu dilakukan pendampingan hukum dari Mabes Polri.

Novel disiram air keras oleh dua orang pengendara motor pada 11 April 2017 seusai salat subuh di Masjid Al-Ihsan dekat rumahnya, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Mata Novel pun rusak sehingga dia harus menjalani perawatan di Singapura sejak 12 April 2017. Novel merupakan penyidik senior KPK yang menangani sejumlah kasus korupsi kakap antara lain e-KTP.

Polda Metro Jaya sudah merilis dua sketsa wajah yang diduga kuat sebagai pelaku pada awal 2018, namun belum ada hasil dari penyebaran sketsa wajah tersebut.

Pada 8 Januari 2019 Kapolri Tito Karnavian membentuk Tim Pakar atau Tim Pencari Fakta untuk mengungkap kasus tersebut dengan beranggotakan 65 orang.

Sebanyak 52 di antaranya anggota Polri, enam orang dari perwakilan KPK, dan tujuh pakar dari luar kepolisian dengan masa kerja selama enam bulan yang berakhir pada 9 Juli 2019.

Namun hingga masa kerja berakhir TPF tidak menyampaikan siapa pihak yang bertanggung jawab atas penyerangan. TPF hanya menduga ada enam kasus "high profile" yang ditangani Novel, berkaitan dengan penyerangan ini.

Kasus-kasus tersebut, korupsi kasus e-KTP, kasus mantan ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar, kasus sekjen Mahkamah Agung, kasus bupati Buol Amran Batalipu, kasus wisma atlet, dan kasus penanganan sarang burung walet Bengkulu.


Editor : Zen Teguh