Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Trump Bantah Akan Bayar Ganti Rugi Perang ke Iran: Hoaks!
Advertisement . Scroll to see content

Ini Isi Surat Megawati untuk Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei

Minggu, 15 Maret 2026 - 16:16:00 WIB
Ini Isi Surat Megawati untuk Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei
Presiden Ke-5 RI Megawati Sukarnoputri memberikan surat untuk Mojtaba Khamenei yang diserahkan kepada Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi. (Foto: Dok. PDIP)
Advertisement . Scroll to see content

Isi Surat Megawati untuk Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei

Dengan rasa hormat dan penuh persaudaraan,

Sebagai Presiden ke-5 Republik Indonesia, atas nama pribadi, keluarga besar Bung Karno, dan bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi persahabatan antarbangsa, saya menyampaikan ucapan selamat yang tulus atas terpilihnya Yang Mulia Ayatollah Sayyid Mojtaba Hosseini Khamenei sebagai Rahbar (Pemimpin Tertinggi) Republik Islam Iran melalui keputusan rapat demokratis dari 88 anggota Majelis Pakar. 

Pemilihan ini berlangsung di tengah berbagai tantangan dan situasi yang tidak sepenuhnya kondusif, namun Yang Mulia telah mampu mendapatkan kepercayaan besar dari para ulama dan rakyat Iran. Pemilihan ini menjadi saksi nyata atas kepemimpinan, kecakapan, kedalaman ilmu, dan keteguhan Yang Mulia sehingga mampu menembus sekat-sekat perbedaan dan menyatukan kepemimpinan Iran.

Bung Karno, Proklamator, Bapak Bangsa Indonesia, Presiden Pertama Republik Indonesia, yang juga merupakan ayahanda saya, selalu menekankan pentingnya persatuan nasional, kemandirian bangsa, dan kokoh di dalam mempertahankan kedaulatan dan kemerdekaan bangsa. 

Bung Karno dalam seluruh sejarah perjuangannya terus menghimpun persaudaraan bangsa-bangsa Asia, Afrika, dan Amerika Latin guna membangun tata dunia baru dengan membebaskan diri terhadap segala bentuk imperialisme dan kolonialisme. Perjuangan tersebut dibangun melalui Konferensi Asia Afrika tahun 1955, Gerakan Non-Blok tahun 1961, Konferensi Anti Pangkalan Militer Asing tahun 1965, dan Conference of the New Emerging Forces (CONEFO) tahun 1965.

Dalam pandangan saya, seluruh pemikiran geopolitik Bung Karno tersebut merupakan upaya nyata untuk mewujudkan kesetaraan, keadilan, dan disertai visi yang begitu kuat bagi perdamaian dunia.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut