JAKARTA, iNews.id - Kementerian Perhubungan memastikan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu mengangkut 62 penumpang. Berdasarkan manifes, dari jumlah tersebut terdapat 12 kru.
“Pesawat mengangkut 62 orang, 50 penumpang yang terdiri atas 40 penumpang dewasa, 7 anak-anak dan 3 bayi. Selain itu, 12 kru yang terdiri atas 6 kru aktif dan 6 ekstra kru,” ujar Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati dalam konferensi pers, Sabtu (9/1/2021).
10 Fakta Menarik tentang Greenland, dari Dulunya Hijau hingga Matahari Tengah Malam
Pesawat Sriwijaya Air rute Jakarta-Pontianak hilang kontak setelah lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten. Pesawat diperkirakan jatuh di perairan antara Pulau Laki dan Pulau Lancang Kepulauan Seribu.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sebelumnya menuturkan pesawat take off pada pukul 14.36 WIB. Satu menit kemudian, pesawat tercatat berada di ketinggian 1.900 kaki.
Fakta Pesawat Sriwijaya Air Jatuh : Berusia 26 Tahun, Pernah Dipakai Maskapai AS
Pada pukul 14.37 WIB pesawat masih di ketinggian 1.900 feet di Jakarta dan diizinkan naik ketinggian 29.000 kaki dengan mengikuti standard instrument departure.
Saat itu, kata Menhub, pilot masih berkomunikasi dengan petugas Air Traffic Control (ATC) di Soekarno Hatta. Hingga pukul 14.40 WIB, petugas melihat pesawat tersebut tak sesuai koordinat dan bergerak ke arah barat laut.
Breaking News Sriwijaya Air Hilang Kontak

"Oleh karenanya ditanya oleh (petugas) ATC untuk melaporkan arah pesawat. Dalam hitungan detik, (pesawat) SJY182 hilang dari radar.
Pesawat semula diberitakan membawa 56 orang penumpang terdiri atas 46 dewasa, 7 anak-anak, 3 bayi, dan 6 kru. Saat ini tim Basarnas telah menyisir lokasi jatuhnya pesawat.
Editor: Zen Teguh