Ini Persamaan dan Perbedaan Haji Malaysia-Indonesia
Adapun terkait aturan yang berbeda dari Indonesia, yakni melarang penderita penyakit tertentu berangkat haji. Bahkan obesitas atau kegemukan juga menjadi salah satu syarat yang pantang dilanggar.
"Ada aturan Body Mass Index (BMI) dihitung 40 ke atas tidak boleh berangkat. Kalau punya penyakit bawaan juga tidak dibenarkan berangkat,” ungkapnya.
Selain obesitas, kata dia calon jemaah yang memiliki penyakit bawaan, seperti kencing manis dan darah tinggi yang tidak terkontrol juga dilarang berangkat. Proses pemeriksaan kesehatan juga dilakukan hingga dua kali, termasuk tes PCR Covid-19.
“Ini yang membuat kita tidak ada jemaah yang sakit. Alhamdulillah jemaah datang sehat. Urusan ibadah juga mudah tidak ada yang tertinggal tidak ada yang jalan lambat,” paparnya.
Berbeda dengan Indonesia, lanjut Syed, jumlah jemaah haji Malaysia yang meninggal di Arab Saudi juga hanya 1 jemaah. Itupun meninggal sebelum puncak haji karena Pemerintah Malaysia merumuskan penyakit bawaan apa saja yang dilarang bagi jemaah haji.