Intip Persiapan Bandara Husein Sastranegara Jelang Layani Penerbangan Internasional
BANDUNG, iNews.id - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berencana menetapkan Bandara Husein Sastranegara, Bandung, sebagai bandara internasional. Penetapan ini rencananya diumumkan pada Oktober 2026 dalam pembaruan daftar bandara internasional.
General Manager (GM) Bandara Husein Sastranegara, Granito W Hindrawan mengatakan, tingkat kesiapan fasilitas dan infrastruktur bandara telah mencapai 99,85 persen apabila ditetapkan sebagai bandara internasional.
"Secara aspek premises sebetulnya sudah 99,85 persen. Sisanya kami tinggal melihat cat-nya ada yang kurang rapi, ada yang belum dicat, ada yang kurang bersih," ujar Granito saat ditemui di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jumat (4/9/2026).
Dia menambahkan, persiapan untuk melayani penerbangan internasional mencakup fasilitas terminal, area pelayanan penumpang, hingga area yang akan digunakan instansi terkait seperti Bea Cukai, Imigrasi, dan Karantina atau Customs, Immigration, and Quarantine (CIQ).

Dari sisi infrastruktur, Bandara Husein Sastranegara memiliki landasan pacu berukuran 2.220 meter x 45 meter dengan klasifikasi PCR 380 F/C/X/U. Kapasitas runway mencapai 10 pergerakan, terdiri atas delapan penerbangan reguler dan dua penerbangan tidak reguler.
Sementara itu, kapasitas apron mencapai delapan pesawat, yang terdiri atas enam posisi reguler dan dua posisi irregular.
Dari sisi terminal, luas bangunan mencapai 17.000 meter persegi, terdiri atas 12.000 meter persegi area domestik dan 5.000 meter persegi area internasional. Kapasitas pelayanan terminal tercatat sekitar 2,4 juta penumpang domestik dan 1 juta penumpang internasional.
Fasilitas check-in terdiri atas 16 konter domestik dan 10 konter internasional. Selain itu, tersedia masing-masing tiga self check-in counter untuk penerbangan domestik dan internasional.
Untuk pelayanan bagasi, bandara dilengkapi dua unit baggage conveyor belt domestik dan satu unit internasional. Pada sisi pemeriksaan keamanan, tersedia dua unit X-ray BHS untuk domestik dan dua unit untuk internasional.
Sementara fasilitas X-ray PSCP terdiri atas dua unit domestik, dua unit internasional, serta satu unit X-ray Bea Cukai.
Dari sisi Imigrasi, bandara menyiapkan tiga konter untuk penumpang kedatangan dan tiga konter untuk keberangkatan. Sistem antrean juga akan menggunakan queue line untuk mencegah penumpukan penumpang seperti yang pernah terjadi saat bandara melayani penerbangan internasional.
"Kita juga sudah atur flow penumpang berangkat maupun flow penumpang datang yang semuanya sudah kita presentasikan kepada teman-teman instansi baik Bea Cukai maupun Imigrasi dan mereka sudah cukup puas, sudah approve terhadap flow-nya tersebut," tuturnya.
Seiring dengan persiapan internasionalisasi, sejumlah maskapai asing telah melakukan penjajakan penerbangan dari dan menuju Bandara Husein Sastranegara.
Granito menyebut AirAsia Malaysia telah menyatakan minat untuk membuka rute Kuala Lumpur. Sementara itu, Scoot Airlines juga telah melakukan kunjungan dan penjajakan rute dari dan menuju Singapura.

Selain Kuala Lumpur dan Singapura, Johor Bahru juga masuk dalam rencana rute internasional yang telah dijajaki pengelola Bandara Husein Sastranegara.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F Laisa mengatakan rencana penetapan status internasional Bandara Husein Sastranegara akan diumumkan pada Oktober 2026. Aturan tersebut sekaligus memuat penetapan status bandara internasional baru di wilayah lainnya.
"Kita lagi evaluasi (status bandara), jadi sekalian ada yang ditutup dan akan ditambahkan. Kalau Bandung pasti ya (internasional), karena di situ ada lima airlines, dan (bakal melayani) tiga kota internasional. Ada Johor, Kuala Lumpur, dan Singapura," ujar Lukman saat ditemui di Kantor Kemenhub, Jakarta, 21 Agustus 2026.
Lukman menyebut, hingga saat ini sudah ada beberapa maskapai yang mengajukan permintaan untuk melayani rute internasional dari dan menuju Bandara Husein Sastranegara. Maskapai tersebut di antaranya TransNusa, Scoot, AirAsia, dan Malindo Air.
Editor: Aditya Pratama