Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Mobil Rombongan Polisi Ditembaki KKB di Tolikara, 1 Anggota Terluka
Advertisement . Scroll to see content

Investigasi Penembakan 6 Laskar FPI, Medsos Komisioner Komnas HAM Diserang

Selasa, 29 Desember 2020 - 08:54:00 WIB
Investigasi Penembakan 6 Laskar FPI, Medsos Komisioner Komnas HAM Diserang
Komisioner Komnas HAM, Amiruddin mengatakan medsos komisioner Komnas HAM diserang sejak melakukan investigasi penembakan enam laskar FPI. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) terus melakukan investigasi dan penyelidikan kasus penembakan enam laskar Front Pembela Islam (FPI) di Tol Jakarta-Cikampek. Namun para komisioner Komnas HAM mengaku mendapat serangan di media sosial (medsos) sejak mereka menginvestigasi kasus tersebut.

Komisioner Komnas HAM Amiruddin mengatakan serangan di medsos itu terjadi belakangan sejak mereka melakukan investigasi penembakan enam laskar FPI. Menurutnya serangan di medsos tersebut sudah bersifat personal.

"Belakangan mulai menyerang personal yang disampaikan melalui media sosial. Saya pikir ini perlu dihentikan supaya masyarakat tidak bertambah bingung," kata dia dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (28/12/2020).

Tidak hanya itu, Komnas HAM mengaku banyak sekali mendapat serangan berita bohong atau hoaks. Hoaks tersebut menurutnya disebarkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

"Selama proses penyelidikan, Komnas HAM mendapatkan beberapa fakta yang disebarkan oleh banyak orang, sebagian besar itu hoaks," tutur Amiruddin.

Lebih lanjut Komnas HAM melihat ada beberapa pihak yang berupaya untuk mencampuradukkan antara keterangan yang didapatkan terkait penembakan Laskar FPI dengan keterangan lain. Dirinya pun berharap agar hoaks seperti itu dapat dihentikan.

"Kami mengharapkan masyarakat supaya berhati-hati dengan hoaks seperti ini. Karena sampai hari ini Komnas HAM masih dalam proses terus menguji semua keterangan dan bukti, sehingga kami betul-betul bisa menyampaikan peristiwa ini dalam bentuk riil," ucap Amiruddin.

Editor: Rizal Bomantama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut