IPB Skors 16 Mahasiswa Pelaku Pelecehan Seksual selama 1 Semester
JAKARTA, iNews.id - Kampus Institut Pertanian Bogor (IPB) menjatuhkan sanksi berupa skors kepada 16 mahasiswa yang melakukan pelecehan seksual. Sanksi itu diberikan selama satu semester kepada para pelaku.
"Fakultas Teknik dan Teknologi (FTT) IPB University pada tanggal 16 April bergerak cepat dengan memanggil para pihak terkait untuk pendalaman kasus dan pengumpulan bukti-bukti. Berdasarkan proses pemeriksaan dan bukti-bukti yang ada, sebutnya," ujar Dekan Fakultas Teknik dan Teknologi (FTT) IPB University, Slamet Budijanto dikutip dari laman resmi IPB, Senin (20/4/2026).
"FTT kemudian menjatuhkan sanksi berupa skorsing selama satu semester kepada 16 mahasiswa yang terbukti terlibat dijatuhkan pada 17 April 2026," sambung dia.
Slamet menjelaskan kasus pelecehan tersebut terjadi pada 2024 lalu. Namun, kasusnya baru dilaporkan pada 2026.
Marak Pelecehan Seksual di Kampus, MUI Minta Terapkan Kurikulum Berbasis Akhlak
“Berdasarkan hasil pemeriksaan tim, terdapat 16 mahasiswa yang teridentifikasi terlibat dalam pelanggaran tata tertib kehidupan kampus dan tindakan pelecehan seksual terhadap mahasiswi. Peristiwa ini terjadi pada tahun 2024 dan secara resmi baru dilaporkan kepada institusi pada 14 April 2026,” kata Slamet.
Sementara itu, Rektor IPB University, Alim Setiawan Slamet menegaskan komitmennya untuk menciptakan lingkungan kampus yang aman, bermartabat, dan bebas dari segala bentuk kekerasan, termasuk pelecehan berbasis gender baik secara daring maupun luring.
MUI Prihatin Kasus Chat Pelecehan Mahasiswa FH UI: Tak Dibenarkan Agama
“IPB berkomitmen penuh untuk memperkuat pencegahan dan penanganan kasus secara sistematis, memastikan setiap proses berjalan transparan, akuntabel, dan partisipatif dengan melibatkan unsur mahasiswa. Kami berdiri bersama korban, melindungi, memulihkan, dan memastikan hak-haknya terpenuhi tanpa kompromi,” ucap Alim
Pihaknya pun melakukan investigasi terkait kasus pelecehan yang terjadi di grup percakapan yang melibatkan sejumlah mahasiswa.
“Sebagai bagian dari komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas, IPB University melibatkan partisipasi mahasiswa dalam proses penanganan kasus ini. Keterlibatan tersebut dilakukan melalui komunikasi dan koordinasi dengan organisasi dan perwakilan mahasiswa, untuk memastikan proses berjalan secara terbuka, berkeadilan, berdasarkan ketentuan yang berlaku, serta menjaga kepercayaan publik terhadap institusi," ungkapnya.
Editor: Puti Aini Yasmin