Istana Tak Ikut Campur Menantu Jokowi Nyalon Jadi Wali Kota Medan

Okezone · Kamis, 05 Desember 2019 - 03:36 WIB
Istana Tak Ikut Campur Menantu Jokowi Nyalon Jadi Wali Kota Medan

Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Jenderal TNI (PUrn) Moeldoko. (Foto: iNews.id/Wildan Catra Mulia)

JAKARTA, iNews.id - Menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Bobby Nasution telah mendaftarkan diri menjadi bakal calon (balon) wali kota Medan melalui Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Sumatra Utara (Sumut). Suami Kahiyang Ayu ini mengaku terjun ke dunia politik merupakan kehendak pribadi.

Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko memastikan, istana tak akan ikut campur terkait langkah politik Bobby Nasution. "Istana tidak ikut campur, itu kan balik lagi hak politik seseorang. Terserah, kita enggak boleh (intervensi)," ujarnya di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/12/2019).

BACA JUGA:

Mardani Ali Sera Sikapi Bobby Nasution Maju Pilwalkot Medan 2020

Alasan Menantu Jokowi Daftar Cawalkot Medan, Bobby Nasution: Terserah Kita Mau ke Mana

Menantu Jokowi, Bobby Nasution Daftar Calon Wali Kota Medan ke PDI Perjuangan

Menurut Moeldoko, keinginan Bobby yang ingin menjadi Wali Kota Medan itu merupakan hak politiknya. Semua warga negara berhak menjabat Wali Kota Medan selama hak politiknya tidak pernah dicabut.

"Hak politik kan semua orang memiliki hak politik, kecuali kalau ada catatan pernah (ada putusan pengadilan), hak politiknya dicabut. Hak politik seseorang dicabut kan ada, hak itu orang-orang yang bermasalah dengan hukum hak politiknya dicabut kan. Sekarang pertanyaannya kepada yang bersangkutan, hak politiknya dicabut enggak? Jawabannya kan itu," tuturnya.

Moeldoko meluruskan adanya anggapan Presiden Jokowi ingin membangun dinasti politik yang ingin menjadikan Bobby Nasution sebagai Wali Kota Medan, serta Girbran Rakabuming sebagai Wali Kota Solo. Menurut dia, setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk berpolitik.

"Jadi jangan terus menjustifikasi dinasti politik. Kalau di dalam politik itu, itu saja ketentuannya. Role-nya adalah siapa-siapa yang hak politiknya dicabut karena sesuatu, nah itu enggak boleh. Tapi kan ini semua orang punya hak politik yang sama," katanya.

Moeldoko mengaku belum mengetahui apakah Jokowi sudah mengetahui Bobby yang telah mendaftar sebagai bakal calon wali kota Medan. Dia juga belum mengetahui bagaimana respons dari Kepala Negara.

"Yang saya lihat adalah secara umumnya saja, universalnya saja. Aturan-aturan universalnya seperti itu. Jadi sepanjang seseorang tidak dicabut hak politiknya maka boleh apa saja, boleh siapa pun juga begitu," ujarnya.


Editor : Djibril Muhammad